Akurat

Jajaran Kemenag Sosialisasikan Program Cek Kesehatan Gratis

Ahada Ramadhana | 12 Februari 2025, 10:05 WIB
Jajaran Kemenag Sosialisasikan Program Cek Kesehatan Gratis

AKURAT.CO Seluruh satuan kerja Kementerian Agama, termasuk kepala madrasah, penyuluh agama dan rektor diinstruksikan untuk menyosialisasikan program Cek Kesehatan Gratis atau CKG.

Menurut Wakil Menteri Agama, Romo Muhammad Syafi'i, Cek Kesehatan Gratis merupakan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) dengan target penerima manfaat terbesar dalam sejarah sektor kesehatan Indonesia, yaitu 100 persen penduduk Indonesia atau lebih dari 281 juta orang.

Ia pun mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk memanfaatkan Cek Kesehatan Gratis.

Program ini merupakan realisasi janji Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan memberikan layanan kesehatan gratis kepada seluruh rakyat tanpa terkecuali, dari bayi yang baru lahir hingga lanjut usia.

"Mari ramai-ramai manfaatkan kesempatan ini. Mengapa? Supaya biaya perawatan kesehatan kita menjadi lebih murah. Jangan tunggu sakit dulu, baru berobat karena berobat biasanya mahal," ajak Wamenag.

Baca Juga: Program Cek Kesehatan Gratis Perlu Pengawasan yang Ketat dan Kesinambungan

Dia menjelaskan, masyarakat dapat melakukan Cek Kesehatan Gratis dengan mengunduh aplikasi Satu Sehat, kemudian mendaftarkan jadwal pemeriksaan pada hari ulang tahun masing-masing atau maksimal 30 hari setelah tanggal kelahiran.

"Jangan lupa download aplikasi Satu Sehat Mobile dan segera daftarkan jadwal cek kesehatan agar semua sehat dan no one left behind," kata Wamenag.

"Ada kesempatan 30 hari setelah hari ulang tahun bagi masyarakat yang lupa tanggal ulang tahunnya. Selamat ulang tahun, jangan lupa Cek Kesehatan Gratis di seluruh wilayah Republik Indonesia," jelasnya menambahkan.

Wamenag menjelaskan, program Cek Kesehatan Gratis yang diluncurkan pada Senin (10/12/2025) lalu menawarkan dua layanan.

Pertama, bagi masyarakat yang sehat akan diberikan panduan pola makan dan gaya hidup sehat.

Baca Juga: Wamen Transmigrasi: Cek Kesehatan Gratis Ubah Paradigma, Cegah Penyakit Sebelum Sakit

Kedua, bagi yang terindikasi memiliki penyakit akan diberikan penanganan medis sesuai kebutuhan.

"Jika masih bisa ditangani di Puskesmas, pelayanan dilakukan di sana. Jika membutuhkan tindakan lebih lanjut, pasien akan dirujuk ke rumah sakit dengan BPJS," ujar Wamenag.

Skema pemeriksaan tahap awal program ini, pertama, Cek Kesehatan Gratis di Puskesmas Saat Hari Ulang Tahun (mulai Februari 2025) yaitu anak usia 0-6 tahun dan semua yang berusia 18 tahun ke atas.

"Pemeriksaan dilakukan di Puskesmas pada hari ulang tahun atau hingga satu bulan setelahnya. Bagi yang berulang tahun antara Januari-Maret 2025, pemeriksaan dapat dilakukan hingga 30 April 2025," kata Wamenag.

Kedua, Cek Kesehatan Gratis Sekolah (mulai Juli 2025) yaitu anak usia 7-17 tahun, dilaksanakan serentak di sekolah-sekolah pada setiap tahun ajaran baru.

Baca Juga: Setelah Makan Bergizi Gratis, Cek Kesehatan Gratis Jadi Quick Wins Kedua Pemerintahan Prabowo-Gibran

"Ketiga, CKG Khusus untuk Ibu Hamil dan Balita, pemeriksaan rutin bulanan di Posyandu untuk memantau tumbuh kembang dengan pemeriksaan lebih lengkap di Puskesmas pada tanggal ulang tahun," ujarnya.

Wamenag berharap, program Cek Kesehatan Gratis dapat terus berjalan dan menjadi salah satu wujud nyata perhatian pemerintah dalam meningkatkan kesehatan masyarakat.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
W
Editor
Wahyu SK