Program Makan Bergizi Gratis Berperan Tingkatkan Kualitas Hidup Masyarakat

"Kita bisa melaksanakan program itu di sekolah-sekolah dan tempat umum. Ini sangat penting untuk memastikan generasi mendatang tumbuh sehat dan kuat, serta mampu belajar dengan baik," jelasnya.
Menurut Yandri, sebagai pihak yang diberi peluang menjadi pemasok bahan pangan, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) perlu memastikan bahwa makanan yang dikonsumsi dalam program pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka itu berkualitas dan bergizi.
Hal tersebut juga disampaikan Yandri saat melakukan kunjungan kerja di Desa Kamojing, Kecamatan Cikampek, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, pada Minggu (3/11/2024).
Baca Juga: Dukung Program Makan Bergizi Gratis, Pemerintah Bakal Bangun Satuan Pelayanan di Tiap Daerah
Dalam kunjungan tersebut, Yandri juga meminta kepada pihak-pihak swasta di Desa Kamojing, seperti Pupuk Kujang, PT Mandala dan lainnya untuk terus memberikan kontribusi dalam mendukung pembangunan desa dan memajukan desa, serta menyejahterakan masyarakat.
Dia menyampaikan pula bahwa desa memegang peranan yang sangat penting dalam pembangunan di Tanah Air, karena lebih banyak penduduk yang tinggal di desa.
"Hampir 73 persen Indonesia ini penduduknya ada di desa, termasuk yang di Karawang. Artinya, tadi kita teriakkan 'bangun desa, bangun Indonesia' sejatinya itu kita melakukan pembangunan yang merata, terukur dan bisa dipertanggungjawabkan," ujar Yandri.
Menurutnya, Presiden Prabowo menginginkan desa melakukan sesuatu yang terbaik bagi negeri ini.
Karena dengan membangun desa, bangsa Indonesia akan sejahtera, bahagia dan makmur.
Baca Juga: Prabowo: Yang Tidak Dukung Program Makan Bergizi Gratis, Silakan Keluar dari Pemerintahan
"Nah, caranya adalah kita memaksimalkan potensi yang ada Indonesia. Potensi alamnya, sumber daya alamnya, kekayaannya Indonesia semua ada, termasuk jumlah penduduknya. Artinya, kita dari sisi sumber daya alam dan sumber daya manusia dipadupadankan cukup. Kita enggak perlu cari pasar yang lain pasar dalam negeri sudah cukup," jelas Yandri.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









