Menko Hadi Pastikan PDNS Sudah Pulih 100 Persen, Kini Bangun Empat Titik Backup PDN

AKURAT.CO Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Hadi Tjahjanto, memastikan perbaikan sistem Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) Surabaya, yang sempat dibobol beberapa waktu lalu sudah diperbaiki.
Laporan tersebut diberikan Hadi kepada DPR dalam rapat kerja bersama Komisi I, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (23/9/2024).
"Kami melaporkan tadi bahwa progres sudah 100 persen, tapi dengan laporan ringkas saya bahwa dengan kejadian yang ada di PDNS 2 Surabaya, pada bulan Juni dan kami laporkan 8 Agustus itu semuanya sudah bisa berjalan dengan normal," kata Hadi usai rapat bersama Komisi I.
Dia juga menyebut, selain melakulan perbaikian sostem di PDNS 2 Surabaya, pihaknya juga membangun PDNS 1 di Serpong, Tangerang Selatan.
Baca Juga: Menkopolhukam Sebut 86 Layanan Telah Aktif dalam Pemulihan PDNS 2
"Dengan terus melakukan migrasi dari Surabaya ke Serpong dan diharapkan pada bulan Oktober ini semuanya sudah selesai di Serpong pemindahan migrasi dari Surabaya ke Serpong," jelasnya.
Dia memastikan, PDNS 1 yang dibangun di Serpong tersebut memiliki backup data yang berlapis, yaitu dengan menggunakan mirroring di Serpong.
"Mirroringnya ada di Sentul sehingga apabila terjadi serangan kita langsung aktif Serpong untuk melayani Sentul untuk melayani masyarakat apabila terjadi serangan. Itu pun kita laksanakan backup berlapis," bebernya.
"Di antaranya adalah penyimpanan data juga kita gunakan di cloud, juga penyimpanan data kita gunakan di Batam. Di Batam kita sebut adalah cold site. Sehingga sistem ini memang sudah berjalan dengan baik," tambah Hadi.
Hadi mengungkapkan, pihaknya juga tengah membangun PDNS di Cikarang yang sudah hampir ramling pengerjaannya. Sehingga diharapkan beroperasi pada 2026 mendatang.
"Ke depan kita sedang membangun PDN, Pusat Data Nasional di Cikarang. Sekarang sudah 83 persen. Kemudiam nnti aktif di tahun 2026. Cikarang kita juga akan buka sistem yang sama sehingga kemampuan juga sampai tier 4. Kemudian kita juga akan backup dengan mirroring. Termasuk kita akan buat PDN yang berikutnya adalah di Batam," ungkapnya.
"Di Batam menjadi PDNS 2 dan kita juga akan mengembangun PDN di IKN. Sehingga kita setelah tahun 2006 kita memiliki PDN di tiga tempat dengan backup berlapis. Seperti yang saya sampaikan tadi, ada mirroring, ada cloud, dan ada cold site," sambung Hadi.
Dia berharap, seluruh kementerian dan lembaga bisa menjaga data backup mereka masing-masing. Agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi.
"Termasuk kementerian lembaga juga memang kami minta diwajibkan untuk juga memiliki backup mandiri. Sehingga paling tidak kita sudah memiliki backup yang banyak. Mirroring, cloud, kemudian cold site, dan yang keempat adalah backup mandiri. Mudah-mudahan ke depan apabila ada permasalahan itu kita sudah bisa mempertahankan tidak sampai crash seperti kejadian di Surabaya di PDNS 2," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Amanda Rigby Umur Berapa? Ini Profil, Pendidikan dan Kariernya
- 2Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 3ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 4Gara-gara Kembang Api di Hotel Pemain Persib, Persija Disanksi Tak Gelar 2 Laga di Kandang
- 5Kalender Jawa 18 September 2026: Watak Weton Jumat Pon, Bijak dan Mudah Bergaul
- 6Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 7Persija Terpaksa Jamu Java United di Bali, Terancam Pengurangan Poin Jika 4 Kali Musafir
- 8Prediksi Skor Brentford vs Chelsea 19 September 2026: Duel Ketat, Apakah Akan Berakhir Imbang?
- 9Prabowo Pimpin Sidang DEN di Istana, Instruksikan Persiapan E50 untuk Perkuat Kemandirian Energi
- 10Terungkap di Sidang Korupsi Kuota Haji: Anak Buah Bos Maktour Setor USD10 Ribu ke Pejabat Kemenag








