Akurat Logo

KPU Tegaskan Ogah Turuti Permintaan Jokowi Soal Format Debat Capres

Citra Puspitaningrum | 9 Januari 2024, 21:55 WIB
KPU Tegaskan Ogah Turuti Permintaan Jokowi Soal Format Debat Capres
 
 
AKURAT.CO Komisi Pemilihan Umum (KPU) memastikan tidak akan mengubah format debat capres dan cawapres dalam rangkaian Pilpres 2024.
 
Pasalnya, ketentuan debat mengenai pembagian segmen yang berjumlah enam itu telah disepakati oleh pasangan capres beserta tim sukses masing-masing. 
 
"Jadi kalau sudah jadi pola, sudah pakemnya, ya kita ikuti. Kalau ada perubahan pasti akan menimbulkan pertanyaan berikutnya kenapa polanya diubah, gitu. Karena sudah tiga kali debat, kenapa polanya diubah," jelas Ketua KPU, Hasyim Asy'ari, di Gedung KPU, Jakarta, Selasa (9/1/2024). 
 
Dia mengatakan, KPU pun tidak perlu membuat rambu-rambu baru pada lanjutan debat capres berikutnya yang menyisakan dua kali pertemuan lagi.
 
Menurut Ketua KPU, rambu-rambu dalam setiap segmen debat capres sudah jelas, sehingga tidak perlu lagi adanya peraturan tambahan.
 
 
"Kan model atau bentuk debatnya sudah disepakati, ada enam segmen. Segmen pertama visi misi program, segmen dua dan tiga pertanyaan yang telah disiapkan panelis dan kemudian masing-masing calon menjawab, segmen empat dan lima adalah pertanyaan masing-masing calon kepada calon yang lain dan dijawab oleh calon, segmen keenam penutup," terangnya. 
 
"Durasi debat juga sudah ditetapkan dan seterusnya. Semuanya sudah jelas diatur. Jadi, memang modelnya seperti itu. Debat keempat dan lima pun akan begitu," tambah Ketua KPU.
 
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menilai penyelengaraan debat capres ketiga di Istora Senayan pada Minggu (7/1/2024) tidak menampilkan subtansi dari visi misi masing-masing kontestan.
 
Jokowi menilai ajang debat itu hanya menyuguhkan aksi dari kontestan yang saling menjatuhkan. Oleh sebab itu, ia meminta KPU untuk mengubah format debat capres dengan harapan dapat menyuguhkan penampilan yang lebih edukatif untuk calon pemilih. 
 
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.