Negara Barat Diam Ketika Israel Bombardir Gaza, Prabowo Geram

AKURAT.CO Capres Prabowo Subianto mengaku geram melihat negara-negara barat yang mendiamkan Israel ketika memborbardir Gaza. Kegeraman ini disampaikan Prabowo ketika menghadiri acara dialog yang digelar Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), di Makassar, Sabtu (4/11/2023).
Capres yang diusung Koalisi Indonesia Maju (KIM) menilai negara-negara barat tidak pro-kemanusiaan. Sikap barat sangat bertentangan dengan pernyataan mereka yang mengagungkan HAM dan demokrasi.
"Sayang disayang, mereka banyak mengajarkan demokrasi. Mereka ajarkan hak asasi manusia. Tapi, begitu ada sebuah negara yang bom rumah sakit, yang bunuh anak-anak kecil, mereka diam seribu bahasa," kata Prabowo.
Baca Juga: Menhan Prabowo dan Menlu Retno Bahas Pengiriman Bantuan Kemanusiaan Palestina
Eskalasi yang meningkat di Gaza buntut konflik Israel-Hamas mengakibatkan lebih dari 9.100 warga Palestina tewas akibat serantan Israel selama periode 7 Oktober-2 November 2023. Data tersebut berdasarkan laporan United Nations Office for the Coordination of Humanitarian Affairs (OCHA) dari Kementerian Kesehatan Gaza, dan keterangan resmi pemerintah Israel.
Korban tewas dari Palestina yang berada di Jalur Gaza mencapai 9.061 jiwa. Sedangkan luka-luka tembus mencapai 22.911 orang. Sementara pada wilayah Tepi Barat, korban tewas 132 orang dan korban luka 2.281 orang.
Baca Juga: Prabowo Bicara Situasi Global, Mulai Rusia-Ukraina Hingga Gaza Dan Pengaruhnya Terhadap RI
Dalam periode sama, jumlah total korban jiwa dari pihak Israel sekitar 1.419 orang dan korban luka-luka mencapai 5.415 orang. Sementara negara-negara barat seolah menutup mata melihat korban-korban yang berjatuhan.
"Mereka yang mengajarkan kita hak asasi. Jadi, ternyata saudara-saudara, apa yang diajarkan seringkali bukan itu yang diyakini," ujarnya.
Baca Juga: Pengiriman Kapal Rumah Sakit Indonesia Ke Gaza Tunggu Izin Mesir
Prabowo juga mengingatkan bagaimana sejarah memiliki nilai penting bagi peradaban bangsa. Untuk itu, dirinya berharap para cendekiawan Muslim dapat terus mempelajari sejarah, selain mempelajari IPTEK.
"Kita harus belajar sejarah. Karena itu, cendekiawan Muslim, selain IPTEK, saya juga berharap belajarlah sejarah," ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








