Asal-usul Penetapan Hari Santri Nasional, Ternyata Itu Janji Jokowi Kepada Pondok Pesantren Babussalam

AKURAT.CO Hari Santri Nasional diperingati setiap tanggal 22 Oktober. Peringatan ini ditetapkan oleh pemerintah untuk menghormati dan mengakui peran santri dalam memajukan pendidikan dan agama Islam di negara ini.
Namun, bagaimana sih perjalanan atau sejarah sampai bisa dibentuk hari santri ini? serta apa makna kata santri yang sesungguhnya?
Baca Juga: Kemenag Rilis Logo Hari Santri Nasional Tahun 2023
Sejarah Hari Santri
Dikutip dari laman NU Online, Hari Santri awalnya diusulkan oleh santri dari Pondok Pesantren Babussalam, Malang, Jawa Timur pada Tahun 2014.
Usulan tersebut diajukan kepada Presiden Jokowi pada saat ia masih menjadi calon presiden. Saat itu, Hari Santri diajukan saat Jokowi melakukan kunjungan di pondok pesantren tersebut.
Pada saat itu juga, Jokowi menegaskan bahwa usulan dari santri Babussalam akan dipertimbangkan dan diperjuangkan.
Oleh karena itu, pada hari yang sama Jokowi langsung menyetujui dengan cara menandatangani komitmennya untuk menetapkan Hari Santri Nasional tanggal 1 Muharram
Namun, persoalan tersebut kembali dipertimbangkan oleh pengurus Besar Nahdlatul Ulama, yang memilih tanggal penetepan Hari Santri Nasional.
Baca Juga: Sambut Hari Santri, Kemenag Fasilitasi Pembuatan Aksara Pegon Untuk Perangkat Digital
Hingga akhirnya mereka menetapkan pada tangaal 22 Oktober dengan dilatarbelakangi oleh momen yang bersejarah
Saat 22 Oktober tepatnya di Tahun 1945, seorang ulama sekaligus pahlawan nasional Indonesia, KH. Hasyim Asyari mencetuskan fatwa resolusi jihad. Hal ini dilakukan dengan tujuan mempertahankan kemerdekaan Indoensia yang dulu kembali diserang oleh sekutu.
Karena peristiwa tersebut, pengurus Besar Nahdlatul Ulama memiliih tanggal 22 Oktober sebagai peringatan Hari Santri Nasional, sekaligus mengenang sejarah resolusi jihad KH. Hasyim Asyari.
Asal-Usul Kata Santri
Kata santri adalah istilah yang sering digunakan di Indonesia untuk merujuk kepada pelajar di pesantren atau sekolah agama Islam.
Asal usul kata santri ini sebenarnya berasal dari bahasa Arab, yaitu kata Sanatir yang artinya “pakaian”, atau “pakaian yang dikenakan”.
Namun, dalam konteks pesantren dan pendidikan Islam di Indonesia, makna santri telah berkembang lebih jauh.
Penggunaan kata "santri" dalam konteks pendidikan Islam di Indonesia dapat ditarik sejarahnya ke zaman penyebaran agama Islam di Nusantara.
Saat agama Islam tiba di wilayah yang sekarang menjadi Indonesia, banyak dari mereka yang memeluk Islam memutuskan untuk mendalami agama ini di pesantren.
Baca Juga: Hari Santri Nasional, SDG Jambi Gelar Doa Bersama untuk Bangsa
Pesantren menjadi lembaga pendidikan yang penting dalam melestarikan dan menyebarkan agama Islam di wilayah ini.
Ketika para pelajar ini memasuki pesantren, mereka akan mengenakan pakaian khusus seperti jubah atau seragam yang mencerminkan komitmen mereka untuk belajar dan mengamalkan ajaran Islam.
Maka dari situlah, istilah "santri" mulai digunakan untuk merujuk kepada para pelajar yang memakai pakaian tersebut.
Selain dari bahasa Arab, santri juga diartikan sebagai “cantrik” di dalam bahasa Jawa. Di mana artinya, seseorang yang selalu mengikuti guru ke manapun guru itu pergi atau menetap.
Bukan persoalan tempat, namun ini juga berarti seorang murid harus patuh dan taat terhadap segala apa yang dikatakan oleh guru mereka.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tolak Bertahan di KTM Demi Ducati, Pedro Acosta: Saya Ingin Kalahkan Marc Marquez dengan Senjata yang Sama!
- 2Klik Link Live Streaming Indonesia vs Malaysia FIFA ASEAN Cup 2026 Malam Ini
- 3Prediksi Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Susunan Pemain dan Skor!
- 4Link Live Streaming Indonesia vs Malaysia FIFA ASEAN Cup 2026, Tayang Malam Ini!
- 5Ini Profil Hacker yang Bocorkan Data Skandal Pelanggaran Manchester City
- 6Dinyatakan Bersalah di Mayoritas 115 Pelanggaran, Berapa Gelar Man City yang Terancam Dicopot?
- 7Sekjen PBB Guterres Desak Iran Buka Kembali Selat Hormuz, Teheran Ajukan Proposal 7 Hari
- 8Ramalan Shio Minggu Ini 28 September–4 Oktober 2026: Ada yang Makin Sibuk, Ada yang Butuh Me Time
- 9Prabowo Perkuat BPJS Kesehatan, Siapkan Tambahan Anggaran Rp20 Triliun
- 10Kejagung Amankan Mantan Sekjen Kementerian ESDM Tersangka Korupsi Nikel








