Jokowi Minta Aparat Tidak Cawe-cawe Dalam Pemberantasan Narkoba

AKURAT.CO Presiden Jokowi meminta aparat serius dalam memberantas narkoba, tidak cawe-cawe atau terlibat dalam jaringannya. Peringatan ini disampaikan Jokowi ketika memimpin rapat terbatas (terbatas) pemberantasan narkoba, di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (12/9/2023).
Jokowi membeberkan data dari BNN yakni, kasus penyalahgunaan narkoba mencapai 1,95 persen atau 3,6 juta penduduk Indonesia mengonsumsi barang haram ini. Jokowi mengingatkan perlunya terobosan dalam menanggulangi narkoba, karena kasus tersebut turut menyumbang lapas overkapasitas.
"Mulai penegakan hukum yang tegas, sehingga memberikan efek jera. Karena kita tahu juga banyak oknum aparat penegak hukum kita yang terlibat di dalamnya, ini menjadi catatan dan tindakan tegas harus diberikan kepada mereka," kata Jokowi, dikutip dari laman Setkab.
Baca Juga: Polda Metro Tangkap Anggota Yang Aniaya Pelaku Narkoba
Ratas turut dihadiri antara lain Wapres Ma'ruf Amin, Mensesneg Pratikno dan Menko Polhukam Mahfud MD. Dalam kesempatan tersebut, Jokowi meminta adanya strategi pemberantasan narkoba yang jitu.
"Saya ingin mengajak kita semua untuk mencari sebuah lompatan terobosan agar kejahatan luar biasa ini bisa kita kurangi, kita selesaikan dengan baik," ujarnya.
Kepala Negara juga mengingatkan pentingnya rehabilitasi pengguna narkoba untuk mencegah lapas overkapasitas. Rehabilitasi tidak melulu digelar di RSKO namun bisa memanfaatkan fasilitas lain, salah satunya milik militer.
Baca Juga: Imbas Konsumsi Narkoba, Kombes Yulius Dipecat Polri
"Kemarin ada usulan dari Pangdam untuk bisa dilakukan di Rindam, di setiap kota. Saya kira punya kapasitas kurang lebih 500-an yang bisa direhab di situ, tapi ini nanti kita bicarakan juga masalah anggarannya seperti apa," tuturnya.
Jokowi mengingatkan agar jalur-jalur tikus penyelundupan narkoba di Indonesia bisa ditutup. Langkah ini penting dilakukan sebagai bagian dari pencegahan narkoba.
"Saya ingin nanti juga memutuskan kita kerjakan enggak di semua provinsi dulu lah, mungkin lima besar, provinsi lima besar yang narkobanya paling tinggi kita fokuskan di situ, atau 10 besar, tapi kita putuskan setelah kita berbicara di sini," tuturnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Contoh Teks Pidato Hari Santri 2026 Singkat dan Lucu, Mudah Dihafal!
- 2Prancis Terbuka: Ganda Putra Indonesia Menggila, Leo/Daniel dan Raymond/Joaquin Melesat ke Perempat Final
- 3Link Twibbon Hari Santri 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Memasangnya
- 420 Link Twibbon Hari Santri Nasional 2026 Gratis untuk Dibagikan ke Media Sosial
- 5Megawati Hangestri Dapat Julukan Baru dari Media Korea, Apa Artinya?
- 6Real Madrid vs PSG: Jose Mourinho Senang dengan Wasit yang Pimpin Laga Malam Ini
- 730 Kata-Kata untuk Poster Hari Santri 2026 yang Singkat dan Penuh Makna
- 8Link Download PDF Hari Santri 2026 dari Kemenag, Ada Teks Doa dan Pedoman Upacara
- 9KPK Sita BMW Milik Richard Erlangga dalam Korupsi BNPB, Total Ada Empat Mobil
- 10KPK Buka Peluang Kembangkan Kasus Korupsi Jalan Sumut ke Pemprov, Bobby Nasution Disorot








