Akurat Logo

Jokowi Minta Aparat Tidak Cawe-cawe Dalam Pemberantasan Narkoba

Roni Anggara | 12 September 2023, 15:25 WIB
Jokowi Minta Aparat Tidak Cawe-cawe Dalam Pemberantasan Narkoba

 

AKURAT.CO Presiden Jokowi meminta aparat serius dalam memberantas narkoba, tidak cawe-cawe atau terlibat dalam jaringannya. Peringatan ini disampaikan Jokowi ketika memimpin rapat terbatas (terbatas) pemberantasan narkoba, di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (12/9/2023).

Jokowi membeberkan data dari BNN yakni, kasus penyalahgunaan narkoba mencapai 1,95 persen atau 3,6 juta penduduk Indonesia mengonsumsi barang haram ini. Jokowi mengingatkan perlunya terobosan dalam menanggulangi narkoba, karena kasus tersebut turut menyumbang lapas overkapasitas.

"Mulai penegakan hukum yang tegas, sehingga memberikan efek jera. Karena kita tahu juga banyak oknum aparat penegak hukum kita yang terlibat di dalamnya, ini menjadi catatan dan tindakan tegas harus diberikan kepada mereka," kata Jokowi, dikutip dari laman Setkab.

Baca Juga: Polda Metro Tangkap Anggota Yang Aniaya Pelaku Narkoba

Ratas turut dihadiri antara lain Wapres Ma'ruf Amin, Mensesneg Pratikno dan Menko Polhukam Mahfud MD. Dalam kesempatan tersebut, Jokowi meminta adanya strategi pemberantasan narkoba yang jitu.

"Saya ingin mengajak kita semua untuk mencari sebuah lompatan terobosan agar kejahatan luar biasa ini bisa kita kurangi, kita selesaikan dengan baik," ujarnya.

Kepala Negara juga mengingatkan pentingnya rehabilitasi pengguna narkoba untuk mencegah lapas overkapasitas. Rehabilitasi tidak melulu digelar di RSKO namun bisa memanfaatkan fasilitas lain, salah satunya milik militer.

Baca Juga: Imbas Konsumsi Narkoba, Kombes Yulius Dipecat Polri

"Kemarin ada usulan dari Pangdam untuk bisa dilakukan di Rindam, di setiap kota. Saya kira punya kapasitas kurang lebih 500-an yang bisa direhab di situ, tapi ini nanti kita bicarakan juga masalah anggarannya seperti apa," tuturnya.

Jokowi mengingatkan agar jalur-jalur tikus penyelundupan narkoba di Indonesia bisa ditutup. Langkah ini penting dilakukan sebagai bagian dari pencegahan narkoba.

"Saya ingin nanti juga memutuskan kita kerjakan enggak di semua provinsi dulu lah, mungkin lima besar, provinsi lima besar yang narkobanya paling tinggi kita fokuskan di situ, atau 10 besar, tapi kita putuskan setelah kita berbicara di sini," tuturnya.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.