Ketika Sampah Jadi Ancaman Global Yang Mendesak

AKURAT.CO Permasalahan sampah, khusunya di Indonesia menjadi isu yang mendesak dan kompleks, dengan berbagai dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat.
Menurut Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), pada tahun 2020, Indonesia menghasilkan sekitar 67,8 juta ton sampah per tahun atau sekitar 185.753 ton sampah per harinya. Volume sampah yang besar ini menunjukkan tingginya konsumsi dan pembuangan sampah di Indonesia.
Kemudian, data dari KLHK juga menunjukkan bahwa hanya sekitar 50% sampah di Indonesia yang terkelola dengan baik. Hal ini berarti ada sejumlah besar sampah yang tidak diolah atau dibuang secara tidak benar sehingga meningkatkan risiko pencemaran lingkungan, terutama di sektor perairan.
Pembakaran sampah yang tidak terkendali, juga menghasilkan emisi gas beracun yang berdampak negatif pada kesehatan masyarakat.
Dampak yang Diterima
- Dampak lingkungan: Dampak ke lingkungan dari penumpukan sampah sangat serius. Tempat pembuangan sampah yang berlebihan akan mengganggu ekosistem lokal, merusak kualitas air tanah, dan mencemari udara. Material berbahaya dalam sampah, seperti baterai dan produk kimia beracun, dapat merusak ekosistem dan menjadi ancaman bagi kehidupan liar. Plastik, yang menjadi komponen besar dalam sampah, telah menciptakan masalah tersendiri. Plastik yang tidak terurai dapat mencemari lautan, membahayakan kehidupan laut, dan akhirnya mencapai rantai makanan manusia.
- Dampak kesehatan manusia: Sampah juga memiliki dampak kesehatan yang signifikan terhadap manusia. Limbah berbahaya dapat mencemari air dari tanah, akibatnya berdampak pada masalah kesehatan serius seperti keracunan makanan dan penyakit pernapasan. Selain itu, pengeloaan sampah yang buruk, terutama di daerah perkotaan, dapat menyebabkan penyebaran penyakit dan bertindak sebagai tempat berkembang biak bagi serangga dan hewan yang dapat membawa penyakit.
Faktor Penyebab Permasalahan Sampah
Permasalahan sampah tidak hanya timbul dari penghasilan sampah yang besar saja lho. Tetapi juga dari budaya konsumerisme dan kurangnya pengelolaan yang efisien. Karena pada saat ini banyak produk yang dirancang untuk digunakan sekali pakai, seperti sendok plastik, sedotan plastik, kertas minyak, gelas kertas, dan sebagainya yang bisa mempercepat akumulasi sampah. Selain itu juga terjadi karena kurangnya kesadaran akan pentingnya pengelolaan sampah yang benar serta daur ulang juga dapat memperburuk masalah sampah ini.
Solusi dan Tindakan
Untuk mengatasi permasalahan sampah ini, diperlukan tindakan serius, dimulai dari kesadaran akan masing-masing individu. Dikutip dari beberapa sumber, Kamis (7/9/2023), beberapa solusi yang dapat diterapkan meliputi:
- Pengurangan konsumsi plastik: Penggunaan barang plastik sekali pakai seperti kantong plastik, sedotan plastik, Styrofoam dan sebagainya harus dikurangi dan diganti dengan barang-barang yang bisa dipakai berulang kali.
- Daur ulang: Daur ulang sampah merupakan kegiatan mengolah kembali sampah atau produk habis pakai menjadi produk baru yang ada manfaatnya. Kegiatan ini bisa dimulai dengan hal kecil, seperti memanfaatkan sampah plastik menjadi hiasan bunga, kerajinan dari kain perca, sampai ke pembuatan pupuk kompos dari limbah makanan. Tujuannya untuk mengembangkan sistem pengolahan ulang yang lebih efisien dan mendorong masyarakat untuk mendaur ulang.
- Penggunaan Teknologi Hijau: beberapa sampah banyak dihasilkan dari industri, untuk itu perlu berinvestasi dalam teknologi yang ramah lingkungan untuk mengurangi dampak sampah mereka. Contoh dalam penggunaan teknologi hijau, seperti kincir angin, panel surya, dan biogas.
- Pendidikan dan kesadaran: Kampanye pendidikan, sosialisai dan kesadaran masyarakat itu sendiri dapat membantu mengubah dan meningkatkan pengelolaan sampah yang benar. (Ami Fatimatuz Zahro')
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









