Akurat Logo

Loyalis Puji Anies Dapat Jabatan Di Universitas Oxford, Kena Nyinyir Netizen: Kebetulan Sekali Saat Eropa Vs RI

| 15 Januari 2023, 08:18 WIB
Loyalis Puji Anies Dapat Jabatan Di Universitas Oxford, Kena Nyinyir Netizen: Kebetulan Sekali Saat Eropa Vs RI

AKURAT.CO

Untuk pertama kali warga negara Indonesia (WNI) diangkat menjadi anggota Dewan Pendiri dan Dewan Pengarah The Institute for ASEAN Studies di Unviersitas Oxford. Ialah Anies Baswedan. 

Selama ini sudah ada anggota dewan dari Asia antara lain dari India, Tiongkok, Jepang, Singapura, atau Malaysia tetapi belum ada dari Indonesia.

Eks Gubernur DKI Jakarta itu membagikan foto-foto upacara singkat untuk meresmikan pengangkatannya sebagai anggota dewan pendiri dan dewan pengarah yang prosesinya dipimpin oleh Prof Timothy Powers melalui akunnya pada Instagram, Jumat (14/1/2023). 

"Sungguh suatu kehormatan diangkat menjadi board di kampus terkemuka di dunia," tulisnya.

Anies menceritakan, upacara in dilakukan di sebuah ruangan bersejrah yaitu ruangan yang dulunya digunakan sebagai kantor penerbit Oxford sejak era tahun 1500an, sekitar 500 tahun yang lalu. Di ruangan inilah lokasi penyusunan Oxford Dictionary, kamus bahasa Inggris tertua. Semua kayu di dinding, meja, kursi, dan kondisi ruangan dipertahankan sesuai kondisi aslinya. 

"Semoga peran baru Universitas Oxford ini akan menjadi kanal baru untuk membawa pengalaman kita Indonesia dan Asia Tenggara sebagai pembelajaran bagi dunia. Kita dayang di gelanggang dunia, bukan sekadar untuk belajar dari dunia, tapi ujuga untuk ikut memberi pelajaran bagi dunia," tutup Anies.

Prestasi eks Mendikbud itu tentu tak lepas dari berbagai macam pujian, termasuk salah satu loyalisnya, Tatak Ujiyati. Melalui sebuah cuitan di akun Twitter-nya, ia terlihat memberikan ucapan selamat kepada Anies.

“Anies Baswedan jd orang Indonesia pertama yg ditunjuk jd anggota board (dewan pengarah) di satu institusi di Universitas Oxford. Dewan Pendiri & Dewan Pengarah pada Institute for Asean Studies. Selamat Pak Anies, kami ikut bangga,” tulisnya, dikutip Minggu (15/1/2023).

Namun, beberapa warganet merespons cuitan Tatak dengan sentimen berbeda. Beberapa di antaranya mengingatkan adanya maksud tersembunyi dari penyematan jabatan tersebut.

"Kalau dia bukan mau nyapres ngga mungkin itu terjadi, jgn terlena dgn intrik2 Eropa dan Barat. Jgn karena capres lantas SDA kita jd taruhan, ingat kasus Freeport thn 65, bgtu banyak rakyat kecil jd korban kebiadaban CIA dan Barat memperdaya rakyat Indonesia, waspadalah," tulis salah satu warganet.

"Cocok jadi dewan pengarah, tapi kalau pemimpin negara, apalagi negara kita yg begitu besar ini, saya rasa bukan dia orangnya, ga mungkin bisa, oya masukan utk beliau yg terhormat Anies, untuk melihat, sesuai petuahnya di mana-mana, melihat=berkaca," tulis warganet lain.

Ada juga yang memberi komentar menyindir, "Berarti sdh deal ya bohir pencapresannya? Siap2 kita akan diatur Uni Eropa dan Amerika lg."

"Di saat Uni Eropa bersitegang dg Indonesia dan Asean kebetulan sekali Anies diangkat jadi dewan pengarah Asean oleh Oxford," tulis salah satu warganet.[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.