Akurat

Diangkat Jadi Gubernur Lemnhanas, Ini 5 Fakta Penting Andi Widjajanto

| 21 Februari 2022, 12:36 WIB
Diangkat Jadi Gubernur Lemnhanas, Ini 5 Fakta Penting Andi Widjajanto

AKURAT.CO, Presiden Joko Widodo resmi melantik Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) pada Senin (21/2) pagi tadi. Andi Widjajanto resmi terpilih menjadi pemimpin Lemhanas yang ke-17.

Andi menggantikan Gubernur Lemhanas sebelumnya yaitu Agus Widjojo yang kini menjabat sebagai Duta Besar Indonesia untuk Filipina. 

Dilansir dari berbagai sumber, AKURAT.CO mengumpulkan sejumlah fakta penting terkait sosok Andi Widjajanto. 

1. Deputi tim transisi pemerintahan Jokowi-SBY

Nama Andi Widjajanto telah diketahui berada di lingkaran presiden ketika ia dipilih sebagai Deputi Tim Transisi yang bertugas mempersiapkan masa transisi dari pemerintahan SBY ke Jokowi. Setelahnya, Andi didapuk sebagai Sekretaris Kabinet pada akhir 2014 hingga akhirnya pada Agustus 2015, jabatan tersebut digantikan oleh Pramono Anung.

Meski begitu, pria kelahiran 3 September 1972 ini masih berada di lingkungan pemerintah sebagai Penasihat Senior Kepala Staf Kepresidenan pada tahun 2016 bahkan menjadi Koordinator Laboratorium Indonesia 45. 

2. Sosok akademisi

Sebelum perjalanannya di dunia politik, anak dari politisi senior PDIP, Mayjen TNI (Purn) Theo Syafei ini dikenal sebagai sosok akademisi. Ia diketahui meraih gelar Sarjana dari jurusan HI Fisip Universitas Indonesia dan School of Oriental dan African Studies University of London.

Setelah itu, ia mendapatkan dua gelar magister yaitu Master of Sciences dari London School of Economics dan Master of Science dari Industrial College of Armed Forces di Amerika Serikat pada 2003 silam. Tak hanya itu, ia juga sempat belajar studi Hubungan Internasional di S. Rajaratnam School of International Studies (RSIS) di Singapura. 

3. Banyak kajian isu militer

Dari deretan gelar yang didapatkannya, Andi diketahui sebagai salah satu akademisi yang fokus pada hubungan internasional dan juga militer dunia. Dalam dunia pendidikan, ia kerap mengkaji berbagai isu militer.

Bahkan, pada tahun 2008, ia sempat menerbitkan buku berjudul ‘Hubungan Intelijen-Negara 1945-2004’. Selain itu, pria kelahiran Kediri, Jawa Timur ini juga tergabung dalam penelitian Reformasi Militer tahun 2009-2014 silam yang merupakan hasil kerja sama dengan Pacivis (Pusat Kajian Global Civil Society) dari UI dan Friedrich Ebert Stiftung. 

4. Bongkar ancaman Perang China di Samudera Dekat RI

Di awal tahun 2022, Andi sempat membuat pernyataan heboh terkait ancaman perang China di samudera Dekat RI. Ia mengatakan bahwa Chian telah melakukan rencana strategis selama 70 tahun yang dimulai pada tahun 1980 hingga 2000 sebagai tahap pertama, tahun 2000 hingga 2020 sebagai tahap kedua, dan 2020 hingga 2050 sebagai tahap ketiga. Pria berusia 50 tahun ini menambahkan bahwa pada tahap ketiga, China berencana memenangkan perang Laut China Selatan yang akan menguasai dua titik sekaligus yaitu Guam di Samudra Pasifik hingga Diego Garcia di Samudra Hindia. 

5. Ditunjuk jadi pemimpin Lemhanas

Setelah sempat mendepaknya dari Istana, kini Presiden Jokowi kembali menarik Andi Widjajanto dengan jabatan penting yaitu Gubernur Lemhanas ke-17. Bahkan, ia kini menjadi gubernur Lemhanas ke-4 yang diangkat dari warga sipil. Lemhanas memiliki fokus pada pelaksanaan tugas pemerintah terkait pendidikan pimpinan tingkat nasional dan pengkajian strategi ketahanan nasional. 

Selain kini menjadi dosen di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UI, Andi Widjajanto juga kerap terlibat dalam sejumlah forum internasional seperti delegasi Indoensia di ASEAN Plus Three, forum 4th ASEAN University hingga proyek Badan Pembinaan Hukum nasional dari Departemen Hukum dan Perundang-undangan. []

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.