4 Pendapat Para Ahli Tafsir tentang Ayat Alif Lam Mim dan Sejenisnya

AKURAT.CO, Allah Swt menurunkan Al-Qur'an lewat perantara malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad saw sebagai petunjuk seluruh manusia di muka bumi ini. Al-Qur'an diturunkan Allah Swt juga sebagai penyempurna kitab-kitab terdahulu seperti Taurat, Zabur, dan Injil.
Sebagai kitab yang menjadi pedoman hidup seluruh manusia, Al-Qur'an jelas memberikan berbagai informasi dan pengetahuan yang begitu lengkap. Akan tetapi dalam beberapa bagian, terdapat ayat-ayat yang sangat misterius seperti alif lam mim, taa haa, nuun, yaa siin, dan lain sebagainya.
Ayat-ayat itu, hingga kini tidak ada yang mampu menjelaskan secara kuat apa maksudnya. Tetapi, para ulama ahli tafsir tetap mencoba menggali lebih dalam lagi rahasia di balik ayat tersebut. Sebab, ayat-ayat tersebut memang tidak pernah dijumpai dalam kosa kata bahasa mana pun.
Sebelum lebih jauh membahas pendapat para ulama tentang ayat-ayat tersebut, perlu diketahui tentang pembagian jenis ayat dalam Al-Qur'an.
Di dalam Al-Qur'an terdapat dua jenis ayat yakni ayat muhkamat dan ayat mutasyabihat. Ayat muhkamat adalah ayat atau firman Allah yang dapat dipahami secara tekstual seperti perintah untuk mengerjakan salat, menunaikan zakat, dan puasa. Sedangkan ayat mutasyabihat adalah ayat-ayat yang maknanya secara samar dan tersirat dan hanya Allah yang lebih tahu tentang ayat itu seperti alif lam mim, taa haa, dan lainnya.
Untuk ayat mutasyabihat inilah masih terjadi perbedaan pendapat di kalangan ahli tafsir hingga saat ini. Beberapa pendapat yang mencoba memahami ayat itu adalah sebagai berikut:
1. Sebagian ulama menilai bahwa ayat mutasyabihat adalah nama surat atau cara dari Allah untuk menarik perhatian pendengar tentang apa yang akan disampaikan pada ayat-ayat berikutnya. Sebab, segala sesuatu yang baru pasti akan menarik perhatian termasuk ayat mutasyabihat tersebut sebagai kosa kata yang belum pernah didengar manusia sebelum Allah menurunkannya.
2. Ayat-ayat mutasyabihat sebagai penegas bahwa tidak mungkin ada satu pun manusia yang mampu menandingi keindahan Al-Qur'an. Sehingga bisa dikatakan ayat-ayat tersebut semacam tantangan kepada manusia bahhwa untuk menirunya tidak mungkin ada yang sanggup baik dari redaksinya apalagi kandungannya.
3. Ada pula yang berpandangan bahwa ayat-ayat mutasyabihat adalah kode rahasia dari Allah Swt bahwa hanya Dialah yang lebih mengetahui segala sesuatu. Sehingga dapat dikatakan, ayat ini semacam penegasan dari Allah bahwa semua ilmu pengetahuan datangnya dari Allah dan manusia tidak mungkin bisa menandingi apa yang diketahui-Nya.
4. Ayat mutasyabihat menjadi informasi dari Allah tentang keterbatasan manusia terhadap ilmu serta menjadi keterangan dari Allah bahwa kemampuan manusia dalam memiliki ilmu tetap menyesuaikan level atau jenjangnya.
Misalnya, ilmu yang dimiliki nabi lebih tinggi dari para sahabat, ilmu yang dimiliki sahabat lebih tinggi dari pada tabiin dan seterusnya sampai pada kita hari ini.
Secara garis besar, pendapat-pendapat di atas sejalan dengan apa yang disampaikan Imam Al-Baghawi.
Beliau mengutip pendapat Abul Laits As-Samarqandi, yang diriwayatkan dari Umar, Usman, dan Ibnu Mas’ud yang berkata, "Huruf yang terpotong-potong di dalam Al-Qur'an tersebut adalah perkara yang tersembunyi, yang tidak bisa ditafsirkan (rahasia)."
Itulah cara yang digunakan Allah untuk menunjukkan keagungannya melebihi seluruh makhluknya. Wallahu a'lam.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.





