Akurat

Meski Seorang Budak, ini Empat Alasan Kuat Dipilihnya Bilal bin Rabah sebagai Muazin oleh Rasulullah saw

| 8 Januari 2020, 18:00 WIB
Meski Seorang Budak, ini Empat Alasan Kuat Dipilihnya Bilal bin Rabah sebagai Muazin oleh Rasulullah saw

AKURAT.CO, Bilal bin Rabah terkenal sebagai sahabat Rasulullah saw yang pertama kali mengumandangkan azan di Kota Makkah. Suaranya merdu yang dimiliki Bilal bahkan membuat orang terkagum-kagum tidak terkecuali sahabat Umar bin Khatab yang langsung beranjak ke masjid saat pertama kali mendengar lantunan suara azan Bilal.

Namun siapa sangka, di balik kemuliaan seorang Bilal, terdapat kisah pilu yang dialaminya semasa ia hidup.

Bilal bin Rabah merupakan seorang budak yang sangat memprihatinkan. Tubuhnya yang kurus, rambutnya yang keriting dan kulitnya yang hitam membuat majikannya memperlakukan Bilal dengan tidak manusiawi.

Majikannya adalah seorang kaum musyrik yang tersohor di Kota Makkah bernama Umayyah bin Khalaf. Majikannya itu sangat menentang ajaran Rasulullah saw dan kerap merencanakan hal-hal buruk dengan teman-temannya untuk mencelakai Nabi Muhammad saw.

Singkat cerita, Bilal bin Rabah sering mendengar pergunjingan Umayyah bin Khalaf dengan teman-temannya tentang Nabi Muhammad saw. Bilal yang mendengar cerita-cerita itu, justru merasa tertarik dan penasaran dengan sosok Nabi Muhammad saw.

Hingga akhirnya, Bilal bin Rabah berjumpa dengan Rasulullah saw dan menyatakan diri untuk masuk Islam.

Mendengar kabar itu, Umayyah bin Khalaf tidak rela jika budaknya masuk Islam, ajaran yang sangat dimusuhinya. Umayyah bin Khalaf pun lantas menyiksa Bilal bin Rabah dengan sangat tidak manusiawi.

Bilal bahkan sempat dijemur di bawah terik matahari tanpa pakaian sambil dipukuli oleh majikannya itu. Tetapi, berkat kuatnya iman yang dimiliki Bilal, dirinya tetap bersikeras tidak mau menuruti apa kata majikannya yang meminta agar keluar dari Islam.
Ketika disiksa itu, Bilal selalu menyebut kalimat ahad, ahad, dan ahad yang berarti ikrar tauhid bahwa tidak ada Tuhan selain Allah.

Penderitaan Bilal di bawah majikannya itu sampai ke telinga Abu Bakar Ash-Shidiq. Beliau pun tak kuasa mendengar apa yang dialami Bilal dan langsung memerdekakan budak itu dari kekuasaan Umayyah bin Khalaf.

Akhirnya, Bilal selalu mengikuti Rasulullah saw ke mana pun perginya. Bahkan, Bilal memilih tempat tinggal yang tidak jauh dari rumah Rasulullah saw ketika di Madinah.

Hingga satu ketika, setelah peristiwa Fathul Makkah (kembalinya Kota Makkah ke tangan umat Islam) Bilal bin Rabah mendapat amanah dari Rasulullah untuk mengumandangkan azan. Bilal yang sangat setia kepada Rasulullah itu pun langsung menyanggupinya setelah diajari azan oleh Abdullah bin Zaid.

Dipilihnya Bilal sebagai seorang muazin sempat memunculkan pro dan kontra di kalangan umat Islam saat itu. Banyak dari mereka yang memandang remeh Bilal karena latar belakangnya yang merupakan seorang budak belian.
Akan tetapi, Rasulullah saw tentu memiliki alasan bijak dalam memilih Bilal sebagai muazin.

Setidaknya terdapat empat alasan mengapa Bilal dipilih Rasulullah saw sebagai muazin yang terdapat dalam buku Ash-Shuffah karya Yakhsyallah Mansur.

1. Bilal bin Rabah memiliki suara yang bagus dan lantang. Rasulullah saw jelas paham benar dengan suara Bilal sehingga tidak ragu untuk mengangkatnya menjadi seorang muazin

2. Bilal bin Rabah sangat mampu memahami dan menghayati setiap lafal dari azan. Hal ini karena keimanan Bilal yang tidak perlu diragukan lagi dan telah dibuktikan saat menerima siksaan dari Umayyah bin Khalaf

3. Bilal bin Rabah adalah orang yang sangat berdisiplin. Tentunya dengan jadwal salat sebanyak lima kali sehari, dibutuhkan orang yang tepat untuk selalu siap mengumandangkan azan. Dan Bilal adalah orang yang paling tepat berkat kedisiplinannya

4. Keberanian Bilal bin Rabah tidak perlu diragukan lagi. Hal ini telah dibuktikan Bilal ketika ia masuk Islam dan siap menanggung segala risiko termasuk siksaan dari majikannya kala itu.

Seperti yang kita tahu, kalimat-kalimat tauhid yang ada dalam azan, saat itu sangat dimusuhi oleh kaum musyrikin sehingga siapa saja yang secara terang-terangan mengumandangkannya jelas keselamatannya akan terancam

Begitulah latar belakang di balik terpilihnya Bilal bin Rabah sebagai seorang muazin yang membawanya menjadi manusia yang mulia meski seorang budak belian. Wallahu a'lam.[]

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.