Wardah WIT 2026 Latih 25 Ribu Guru di 30 Provinsi

AKURAT.CO Program Wardah Inspiring Teacher (WIT) 2026 resmi memasuki generasi ke-8. Sebanyak 25.000 guru terpilih dari 30 provinsi akan mengikuti pelatihan intensif yang digelar oleh Paragon Corp melalui brand Wardah.
Pembukaan program berlangsung di Gedung Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Institut Teknologi Bandung. Dari total 40.000 pendaftar, hanya 25.000 guru yang dinyatakan lolos seleksi dan berhak mengikuti pembinaan.
Co-Founder Paragon Corp, Salman Subakat, mengatakan generasi ke-8 ini dirancang lebih strategis dan berorientasi pada dampak nasional.
Baca Juga: Wardah Masuk 3 Merek Kosmetik Terlaris di Asia Tenggara
“Di generasi ke-8 ini kita ingin melangkah lebih jauh, menjadi bagian dari gerakan nasional untuk membangun kualitas manusia Indonesia. Bersama alumni di rumah belajar Wardah Inspiring Teacher,” kata Salman dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Minggu (15/2/2026).
Dirinya menegaskan proses seleksi dilakukan bertahap dan tidak seluruh pendaftar dapat melanjutkan ke tahap akhir.
“Jadi ada tahap-tahap mungkin ya, karena perjalanannya tidak semua bisa. Kita akan jadi guru teladan, kita akan jadi guru inspirasi,” ujarnya.
Head of CSR & Corporate Communication Paragon Corp, Suci Hendrina, menjelaskan program ini telah berjalan sejak 2017. Awalnya hanya melibatkan 30 guru di Yogyakarta.
Kini, setelah tujuh angkatan berjalan, WIT telah melahirkan sekitar 11.000 alumni yang tersebar di lebih dari 400 kota dan kawasan di Indonesia.
“Ini adalah tahun ke-8 untuk program ini. Kita sudah menjalankan program ini dari tahun 2017, di mana dulu kita awali dari gerakan kecil di Jogja, 30 orang guru, dan Alhamdulillah sampai 7 kali pelaksanaan kita punya alumni 11 ribu guru yang tersebar di seluruh Indonesia,” kata Suci.
Menurutnya, alumni WIT tidak berhenti pada tahap pelatihan, tetapi berkembang menjadi komunitas pembelajaran yang saling memperkuat.
Baca Juga: Wardah Gandeng 5 Desainer Ternama pada Gelaran MUFFEST+ 2025
“Alhamdulillah berkat ini sudah menjadi sebuah gerakan, alumni-alumni kita pun juga akhirnya punya snowball effect terhadap gerakan ini,” ujarnya.
Dalam pelatihan WIT 2026, para guru akan dibekali pendekatan project based learning (PBL). Model ini mendorong siswa untuk mengidentifikasi masalah di lingkungan sekitar dan merancang solusi secara kolaboratif.
“Ada project based learning, jadi di sini mulai dari bagaimana ada step-stepnya yang dilakukan. Mulai dari bagaimana mengajak murid untuk menemukan masalah di sekitar, kemudian bagaimana murid akhirnya berperan serta untuk mengatasi isu tersebut,” jelas Suci.
Pendekatan ini diharapkan memperkuat kompetensi berpikir kritis, problem solving, dan kolaborasi yang relevan dengan kebutuhan abad ke-21.
Selain pelatihan pedagogi, WIT juga memasukkan penguatan literasi digital dan kecerdasan buatan (AI). Tahun ini, Paragon Corp berkolaborasi dengan Microsoft untuk meningkatkan kompetensi thinking skills dan AI.
Rencananya, sejumlah guru terpilih akan mengikuti learning trip ke Singapura untuk belajar langsung tentang pengembangan teknologi dan AI.
“Tahun ini kita juga berkolaborasi dengan Microsoft dan Academy untuk belajar kompetensi umum, thinking dan juga AI. Dan rencananya juga akan membawa guru-guru untuk belajar teknologi, AI, ke Microsoft yang ada di Singapura,” kata Suci.
Program serupa sebelumnya pernah digelar pada 2019 melalui kunjungan belajar ke Selandia Baru.
Salman mengakui komitmen para guru mengikuti program ini tidaklah mudah, mengingat beban mengajar harian dan keterbatasan fasilitas di sejumlah daerah.
“Pasti tidak mudah di tengah kesibukan Ibu mengajar sehari-hari. Apalagi sudah letih mengajar, terus cari internet kadang susah, susahnya tidak ada sinyal,” katanya.
Dirinya berharap program ini tidak hanya berdampak pada siswa, tetapi juga memperkuat kepercayaan diri dan makna profesi guru.
“Kalau ketulusan itu bisa dinilai dengan mata uang, saya rasa Bapak Ibu itu orang yang paling kaya di dunia. Kebayang kalau kesuksesan para guru ini juga milik guru-guru yang terlibat di dalamnya,” ujarnya.
Dengan skala peserta mencapai 25.000 guru pada 2026, WIT menjadi salah satu inisiatif CSR pendidikan terbesar yang digerakkan sektor swasta di Indonesia, dengan fokus pada transformasi metode belajar dan penguatan kompetensi digital.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini







