Kemenparekraf: Desa Wisata Jatiluwih Tabanan Bali Representasi Wisata Berkelanjutan

AKURAT.CO Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mengapresiasi kehadiran Desa Wisata Jatiluwih, Kabupaten Tabanan, Bali, yang disebut sebagai representasi dari pengembangan berbasis wisata berkelanjutan di Indonesia.
Dalam kunjungannya ke Desa Wisata Jatiluwih kemarin, Sesmenparekraf Ni Wayan Giri Adnyani mengatakan Desa Wisata Jatiluwih yang telah ditetapkan oleh UNESCO sebagai warisan budaya dunia pada 2012 ini merupakan representasi dari pengembangan pariwisata Indonesia di masa depan, yaitu pariwisata yang berbasis keberlanjutan lingkungan.
"Kita bisa melihat destinasi ini mampu menunjukkan bahwa kita menekankan (pengembangan pariwisata berbasis) quality tourism dan sustainable tourism," kata Ni Wayan Giri dalam keterangan tertulisnya, Selasa (3/5/2022).
Dalam kesempatan tersebut, Ni Wayan Giri juga menyambangi Cafe Green Talas yang berlokasi di Desa Wisata Jatiluwih. Ia mengapresiasi keberhasilan Cafe Green Talas membuka lapangan kerja bagi warga Desa Jatiluwih.
"Di masa pandemi COVID-19, restoran ini berhasil mendukung perekonomian dengan mempekerjakan 12 orang. Selain itu, restoran ini juga dikunjungi oleh sekitar 300 orang, bisa dibayangkan hal ini bisa menyokong perekonomian masyarakat sekitar," ujarnya.
Sebelum pandemi, Desa Wisata Jatiluwih dikunjungi sekitar 1.000 wisatawan perhari. Namun saat pandemi dalam sehari rata-rata hanya 20 orang yang datang bahkan ada kalanya tidak ada sama sekali. Sejak Mei 2022 ini, jumlah kunjungan wisatawan berangsur naik secara signifikan hingga berkisar 400-500 wisatawan perhari.
Pemilik Cafe Green Talas, I Wayan Wiranata mengatakan cafe ini hadir sebagai upaya membuka lapangan kerja bagi warga Desa Jatiluwih dan memperkenalkan kuliner khas di desa ini.
"Kami mengangkat potensi (kuliner) lokal yang ada di Desa Jatiluwih, yaitu beras merah Jatiluwih karena bisa kita lihat di sini ada hamparan sawah yang begitu luas dan memanjakan mata wisatawan yang datang berkunjung," kata Wiranata.
Dalam kesempatan yang sama, Perwakilan Pokdarwis Desa Wisata Jatiluwih I Wayan Tarja, mengajak wisatawan untuk mengunjungi Desa Wisata Jatiluwih yang menyuguhkan pemandangan area persawahan yang luas dan juga terasering. Terlebih, pada September 2022 akan ada panen raya di Desa Wisata Jatiluwih.
"Mari kita sempatkan waktu untuk berkunjung ke Desa Wisata Jatiluwih yang menyuguhkan pemandangan alam yang indah ini. Selain itu kita juga ada panen raya pada September 2022," kata I Wayan Tarja.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Moto3 Malaysia: Angkat Topi, Hiroshi Aoyama Terpukau dengan Penampilan Veda Ega Pratama di Sepang
- 2Prediksi Skor Shakhtar vs Sporting CP 4 November 2026: Sama-Sama Incar Kebangkitan
- 3Putusan MA Soal Suket Gibran, Margarito Kamis Ungkap Dampaknya terhadap Jabatan Wapres
- 4Transfer Bank Kena Pajak Digital Mulai 9 November 2026? Ini Faktanya
- 5Prediksi Skor LASK Linz vs Slovan Bratislava 4 November 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 6Prediksi Pertandingan Galatasaray vs Stuttgart 4 November 2026: Skor, Starting XI, dan Jadwal
- 7Prediksi Skor Atletico Madrid vs Bayern Munchen 4 November 2026: Los Rojiblancos Diunggulkan
- 8Kisi-Kisi dan Contoh Soal Matematika Wajib TKA SMA 2026 Lengkap dengan Kunci Jawaban
- 9Istana: Penyadapan yang Dilakukan Listyo Sigit Mengarah Perbuatan Makar
- 10Prabowo Tunjuk Letjen Ariyo Windutomo Jadi Pelaksana Tugas Kepala Staf Kepresidenan Menggantikan Listyo Sigit



