Akurat

JR Connexion PIK2-KCIC Halim: Solusi Transportasi Terintegrasi untuk Jakarta

Oktaviani | 12 Februari 2025, 14:30 WIB
JR Connexion PIK2-KCIC Halim: Solusi Transportasi Terintegrasi untuk Jakarta

AKURAT.CO Akses menuju Stasiun KCIC Halim kini semakin mudah dengan diresmikannya layanan JR Connexion rute PIK2–Stasiun KCIC Halim.

Peresmian layanan ini ditandai dengan Penandatanganan Nota Kesepahaman antara Perum DAMRI dan PT Karunia Indo Sejahtera, serta Flag Off Ceremony yang berlangsung di Stasiun KCIC Halim.

Hadirnya rute baru ini semakin melengkapi jaringan JR Connexion, yang sebelumnya telah melayani berbagai rute strategis, seperti:

- PIK2 – Stasiun MRT Blok M
- PIK2 – Sedayu City Kelapa Gading
- PIK2 – BSD – Bintaro
- PIK2 – Lebak Bulus
- PIK2 – Residence One Serpong

Baca Juga: Dukung Pariwisata, JR Connexion PIK2–Stasiun KCIC Halim Resmi Beroperasi

Direktur Estate Management Agung Sedayu Group, Restu Mahesa, menyatakan, layanan ini menjadi solusi transportasi modern yang menghubungkan PIK2 dengan Stasiun KCIC Halim, pintu gerbang utama perjalanan kereta cepat Whoosh yang menghubungkan Jakarta–Bandung.

"Kolaborasi ini menghadirkan integrasi transportasi yang modern dan efisien, sehingga perjalanan menjadi lebih nyaman bagi masyarakat," ujarnya.

Senior Vice President DAMRI, Agus Hari Survijanto, menambahkan, layanan JR Connexion PIK2–Stasiun KCIC Halim akan beroperasi secara komersial mulai 15 Februari 2025.

"Kami berkomitmen menyediakan layanan transportasi antarmoda yang efisien dan berharap layanan ini dapat berjalan dengan lancar berkat dukungan semua pihak," katanya.

Dengan hadirnya layanan ini, masyarakat kini memiliki alternatif transportasi yang lebih cepat, mudah, dan terintegrasi, yang semakin memperkuat konektivitas antarwilayah serta mendukung mobilitas yang lebih baik di Jakarta dan sekitarnya.

Baca Juga: Tak Ada Transparansi, Pramono Diminta Pangkas Dana Hibah untuk Forkopimda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.