Kurangi Beban Warga, Ridwan Kamil Jadikan Tebus Murah Sembako sebagai Agenda Rutin

Program ini, bukan sekadar langkah sesaat selama kampanye, melainkan bagian dari upaya berkelanjutan untuk menyejahterakan masyarakat Jakarta.
"Kita ada program sembako murah. Jadi sembako murah ini tidak hanya terjadi saat kampanye, tapi kita rutinkan di wilayah-wilayah di Jakarta," ujar Ridwan Kamilkepada wartawan di Jakarta Timur, Jumat (22/11/2024).
Ia menjelaskan, program tebus murah sembako dirancang untuk meringankan beban ekonomi masyarakat, sekaligus memberi ruang bagi warga untuk menabung.
"Program tebus sembako murah ini kami akan hadirkan untuk mengurangi beban warga dengan harga terjangkau. Dengan begitu warga bisa memiliki uang lebih untuk ditabung," jelas Ridwan Kamil.
Baca Juga: Ridwan Kamil Serap Aspirasi Warga Kampung Bayam, Janji Selesaikan Masalah Hunian dalam 100 Hari
Selain kebutuhan pangan yang terjangkau, Ridwan Kamil memiliki visi besar agar setiap keluarga Jakarta dapat membangun masa depan yang lebih baik melalui tabungan.
Salah satu cara mewujudkannya adalah dengan menggratiskan biaya pendidikan, tidak hanya di sekolah negeri tetapi juga swasta, mulai dari tingkat SD hingga SMA.
"Tahun depan anak-anak ibu yang sekolahnya di swasta, SD sampai SMA akan digratiskan, semua dibayarin SPP-nya oleh Pemprov. Nanti SPP bisa ibu tabung. Insya Allah, lima sampai 10 tahun menabung bisa umroh," kata Ridwan Kamil.
Mantan Gubernur Jawa Barat ini juga tak melupakan peran komunitas lokal dalam pembangunan kota. Ia berencana meningkatkan dana operasional bagi aktivis komunitas seperti Posyandu, Jumantik, Dasawisma, PKK, LMK hingga Karang Taruna.
Baca Juga: Contoh Anies, Ridwan Kamil Ingin Perbanyak Jalur Pedestrian di Jakarta
Tak hanya itu, pengurus RT dan RW juga akan mendapatkan insentif tambahan berupa uang kehormatan.
"Rp2 juta buat RT, Rp2,5 juta buat RW," katanya.
Komitmen untuk melanjutkan program-program unggulan dari kepemimpinan sebelumnya turut ditegaskan.
Program seperti Kartu Jakarta Pintar (KJP) dan Kartu Lansia akan tetap dipertahankan, bahkan diperluas agar lebih banyak warga yang mendapat manfaat.
Baca Juga: Strategi Ridwan Kamil-Suswono Atasi Masalah Kesehatan Mental Warga Jakarta
"Semua yang baik-baik dari Pak Anies dipertahankan. Maka KJP dipertahankan, kartu lansia diluaskan. Saya akan survei lagi, supaya ibu-ibu lansia yang belum mendapatkan, insya Allah bisa mendapatkan keadilan," jelas Ridwan Kamil.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kecelakaan Maut di Afrika Selatan, 21 Orang Tewas dalam Tabrakan Tiga Kendaraan
- 2Terpukau Atmosfer Persija vs Persib di SUGBK, John Herdman: Belum Pernah Saya Rasakan
- 3Apa Itu Gempa Megathrust? Ini Wilayah Indonesia yang Berpotensi Terdampak
- 4Tokoh Partai Reformasi Britania Raya Balas Trump soal Irlandia Bersatu: Jangan Campuri Politik Inggris!
- 5Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 6Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Ini Sosok dan Perjalanan Kariernya
- 7ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 8Ismed Sofyan Puji Shin Tae-yong Usai Persija Kalahkan Persib, Putuskan Kebuntuan 3 Tahun
- 9Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 10Fahd A Rafiq Bersama Tujuh Tersangka OTT Summarecon Digiring ke Mobil Tahanan KPK







