Pastikan Usung Ahmed Zaki, Golkar DKI: Belum Ada Dasar Hukum Usung Airin

AKURAT.CO, Sekretaris DPD Golkar DKI, Basri Baco mengatakan bahwa partainya tidak pernah menggadang Airin Rachmi Diany duet dengan politisi Partai Nasdem Ahmad Sahroni sebagai calon gubernur dan calon wakil gubernur di Pilgub DKI Jakarta 2024.
Pernyataan itu disampaikan Basri ketika dimintai tanggapan terkait desas-desus poros Golkar-Nasdem mengusung Airin-Sahroni di Pilgub DKI Jakarta 2024. Desas-desus ini menguat usai pertemuan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh dengan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto beberapa waktu lalu.
"Kita di DKI melihatnya begini, yang pertama, di pertemuan dengan Nasdem itu sebenarnya kalau kita mau cermati, nggak ada pernyataan ketua umum (Airlangga) secara tegas dan lugas," ujar Basri Baco kepada AKURAT.CO, Senin (21/3/2022).
Basri mengatakan, tidak adanya keputusan ketua umum menduetkan Airin dengan Sahroni mengindikasikan bahwa kabar terbentuknya poros Golkar-Nasdem hanya ulah spekulan politik.
"Itu (Airin-Sahroni) masih spekulasi saja itu. Masih jauh. Belum ada dasar hukum yang kuat untuk Airin dengan siapapun," ujar Ketua Fraksi Golkar DPRD DKI itu.
Meski begitu, Basri mengatakan kader Partai Golkar DKI Jakarta sudah sepakat mengusung Ketua DPD Golkar DKI Ahmed Zaki Iskandar sebagai calon gubernur. Nama Zaki, kata dia, diputuskan dalam forum resmi partai dan merupakan rekomendasi peserta Musyawarah Daerah DPD Golkar DKI Jakarta.
"Kalau Bang Zaki itu, satu (diusung menjadi Cagub DKI Jakarta 2024) itu adalah hasil keputusan Musda atau rekomendasi Musda. Kedua, kan ketua Zaki juga Ketua Golkar DKI. Kader terbaik di DKI. Kan lucu dong yang ketua siapa yang dimajuin siapa," katanya.
Basri membantah bahwa DPD Golkar DKI Jakarta sentimen dengan Airin karena bukan pengurus Golkar Jakarta. Menurutnya, peristiwa pertemuan Airin-Sahroni di sela-sela pertemuan Ketum Golkar Airlangga Hartarto dengan Ketum Nasdem Surya Paloh merupakan peristiwa biasa saja.
"Nggak ada yang sentimen (sama Airin). Sentimennya di mana. Kami anggap itu (isu Airin-Sahroni) juga belum apa-apa. Namanya politik kan biasa begitu yang goreng kiri, goreng ke kanan, klaim kiri, klaim kanan. Soal itu akhirnya keputusan partai yang definitif," katanya.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Ancaman Denny Indrayana ke Presiden Prabowo Bentuk Penghinaan pada Mandat Rakyat
- 2Tujuh Dekade Asuransi Astra Menjaga Asa: Merajut Kemandirian Ekonomi UMKM, Perempuan, hingga Penyandang Disabilitas
- 3Memutus Mata Rantai Kejahatan Keuangan Digital: Upaya OJK Melindungi Masyarakat dari Jerat Judi Online
- 4Tak Tergilas Disrupsi, Tak Terjebak Perang Harga: Rahasia Bluebird Menjaga Takhta di Industri Transportasi Dalam Negeri
- 5Ina Liem Kini Setuju Gibran Mundur dari Wapres, Alasannya Bikin Heboh
- 6Moto3 Malaysia: Angkat Topi, Hiroshi Aoyama Terpukau dengan Penampilan Veda Ega Pratama di Sepang
- 7Putusan MA Soal Suket Gibran, Margarito Kamis Ungkap Dampaknya terhadap Jabatan Wapres
- 8Transfer Bank Kena Pajak Digital Mulai 9 November 2026? Ini Faktanya
- 9Pemerintah Pastikan Fundamental Ekonomi Tetap Kuat
- 10Harga Cabai Berangsur Turun Awal November


