Pangan Subsidi Jakarta Bermasalah, Warga Sulit Dapat Barcode

AKURAT.CO Anggota Komisi B DPRD Provinsi DKI Jakarta dari Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Francine Widjojo, menyoroti persoalan ketersediaan pangan bersubsidi bagi warga penerima bantuan sosial (bansos).
Ia mengaku menerima banyak keluhan terkait sistem antrean online yang dinilai menyulitkan masyarakat.
Menurut Francine, warga kerap gagal mendapatkan barcode pengambilan pangan subsidi karena kuota antrean cepat habis.
“Warga banyak mengeluh antrean online sulit mendapatkan barcode. Tidak sampai sepuluh menit, kuota sudah habis,” kata Francine kepada wartawan, Kamis (12/2/2026).
Tak hanya soal antrean, ia juga menyoroti ketidaksesuaian jenis komoditas yang tersedia di lapangan.
Padahal, berdasarkan Peraturan Gubernur, terdapat enam komoditas pangan bersubsidi yang seharusnya bisa diakses masyarakat penerima manfaat.
“Jenis pangan bersubsidi yang diatur sebanyak enam komoditas, namun dalam praktiknya tidak tersedia lengkap di setiap gerai,” ujarnya.
Francine menilai persoalan ini menunjukkan perlunya pembenahan menyeluruh dalam sistem penyelenggaraan pangan di Jakarta.
Baca Juga: DPD Gaspol Legislasi: RUU Aceh Disahkan, RUU Kepulauan dan Perampasan Aset Didorong Tuntas
Ia menekankan pentingnya dukungan anggaran yang memadai, mekanisme distribusi yang efektif, serta tata kelola yang transparan agar hak warga atas pangan dapat terpenuhi secara optimal.
“Sistem penyelenggaraan pangan harus mengatur dukungan anggaran, mekanisme distribusi, dan tata kelola yang memadai agar pemenuhan hak atas pangan di DKI Jakarta tidak mengalami reduksi, bahkan dapat diperluas cakupan dan manfaatnya,” tegasnya.
Lebih jauh, ia mengaitkan persoalan akses pangan dengan kondisi gizi masyarakat di ibu kota. Francine menyebut angka stunting di DKI Jakarta masih tergolong tinggi.
“Faktanya, tingkat stunting di DKI masih berada di angka 17,2 persen,” katanya.
Menurutnya, pembenahan sistem pangan bersubsidi bukan hanya soal distribusi bantuan, tetapi juga bagian dari upaya strategis menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas kesehatan warga Jakarta.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 4Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 5Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 6Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 7Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 8Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 9BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T
- 10KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat








