Dapat Gaji dan Tunjangan Fantastis, DPRD Jakarta Didemo Mahasiswa

AKURAT.CO Gedung DPRD Provinsi Jakarta mendadak riuh pada Kamis (4/9/2025) siang.
Sejumlah orang yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli Sosial dan Demokrasi (AMPSI) menggeruduk Gedung DPRD Jakarta di Jalan Kebon Sirih.
Seruan mereka tegas yaitu bongkar transparansi dan akuntabilitas pengelolaan anggaran publik yang dinilai jauh dari prinsip keterbukaan, efisiensi serta keberpihakan kepada rakyat.
Baca Juga: DPRD Puji Aksi Kilat Pemprov Jakarta Benahi Fasilitas Umum yang Rusak Akibat Demo Ricuh
"Fakta di lapangan menunjukkan adanya ketimpangan yang mencolok. Terutama terkait besaran gaji dan tunjangan anggota DPRD DKI yang bahkan lebih besar daripada DPR RI," jelas salah satu orator unjuk rasa.
Sumber masalah bermuara pada Keputusan Gubernur Provinsi Jakarta Nomor 415 Tahun 2022 yang diteken mantan Gubernur Jakarta, Anies Baswedan.
Dalam beleid tersebut, tunjangan perumahan untuk pimpinan DPRD Jakarta ditetapkan sebesar Rp78,8 juta per bulan, termasuk pajak.
Baca Juga: KJP Dicabut Gegara Ikut Demo Cuma Hoaks, Pemprov Jakarta Tegaskan Hak Pelajar Tetap Aman
Sedangkan anggota DPRD Jakarta menerima tunjangan Rp70,4 juta setiap bulan.
Perbandingan ini menimbulkan tanda tanya besar. Adilkah penggunaan APBD untuk menggelontorkan tunjangan jumbo, sementara DPR RI yang menanggung beban kerja legislasi nasional justru mendapat penghasilan lebih kecil.
Tidak berhenti soal gaji anggota dewan, massa juga menyoroti rapor merah BUMD milik Provinsi Jakarta.
Baca Juga: Ratusan Pengemudi Ojol Gelar Aksi Damai 'Tebar Sejuta Mawar Kebaikan': Kita Jaga Jakarta Sama-sama
Hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menyingkap persoalan di tubuh Perumda Pasar Jaya hingga Dharma Jaya.
Dari kontrak kerja sama yang janggal hingga kualitas layanan publik yang dinilai tidak sebanding dengan anggaran triliunan rupiah.
"Kasus-kasus ini menunjukkan betapa pentingnya pengawasan publik terhadap lembaga daerah," tegas perwakilan AMPSI.
Baca Juga: Jakarta Kembali Normal Pasca Demo, Transjakarta hingga MRT Masih Gratis Sampai 8 September
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 34 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 4Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 5Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai








