Warga Jakarta Desak Calon Gubernur Prioritaskan Penanganan Polusi Udara

AKURAT.CO Menjelang debat terakhir Pilkada Jakarta 2024 dengan tema Lingkungan Perkotaan dan Perubahan Iklim, organisasi Bicara Udara mengadakan diskusi publik bertajuk “BIRU TALKS: Menantang Cagub Jakarta Selesaikan Polusi Udara”, di Tebet, Jakarta.
Acara ini menghadirkan perwakilan dari ketiga pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta: Ridwan Kamil, Kun Wardana, dan Pramono Anung, yang memaparkan gagasan mereka dalam mengatasi krisis polusi udara di Jakarta.
Diskusi ini berlangsung interaktif dengan melibatkan masyarakat yang memberikan kritik dan masukan terhadap rencana para calon.
Salah satunya datang dari Didi Suwandi, Ketua Forum Masyarakat Rusunawa Marunda (FMRM), yang menyoroti buruknya kualitas udara di Kawasan Marunda, Jakarta Utara, akibat debu dari stockpile batu bara.
“Pengawasan dan penegakan hukum kepada sumber pencemar membutuhkan keberanian dan ketegasan dari pemimpin Jakarta. Jangan sampai tanggung jawab ini dilempar-lemparkan lagi,” ujar Didi, Sabtu (16/11/2024).
Gagasan Para Calon
Pramono Anung, Calon Gubernur Jakarta nomor urut 3, menawarkan program 6P sebagai solusi pengendalian polusi udara. Program ini mencakup:
1. Pengendalian emisi kendaraan.
2. Pengendalian pencemaran industri bersama pemerintah pusat dan daerah aglomerasi.
3. Pembangunan berorientasi transit (Transit-Oriented Development/TOD).
4. Pemanfaatan energi terbarukan.
5. Penambahan ruang terbuka hijau (RTH).
6. Penambahan alat ukur polusi udara di beberapa titik.
“Jakarta dapat belajar dari Beijing, Shanghai, dan Mexico City yang berhasil mengurangi polusi dengan fokus pada emisi dari PLTU batu bara dan bahan bakar fosil seperti pertalite,” ungkapnya.
Sementara itu, Ridwan Kamil, Calon Gubernur nomor urut 1, memaparkan 12 strategi untuk memperbaiki kualitas udara di Jakarta. Strategi tersebut meliputi:
Baca Juga: Bawaslu Beri Santunan untuk Keluarga Staf di Cimahi yang Meninggal
- Memfasilitasi warga untuk bekerja dan beraktivitas dalam satu kawasan untuk mengurangi mobilitas.
- Memperluas transportasi publik.
- Mendorong penggunaan kendaraan listrik.
- Penanaman pohon dan perluasan RTH.
- Penambahan sensor kualitas udara dan pelaksanaan uji emisi secara masif.
“Masalah lingkungan di Jakarta, termasuk polusi udara, berakar pada ketidakadilan tata ruang. Saya akan memperjuangkan perbaikan ini,” tegasnya.
Calon Wakil Gubernur nomor urut 2, Kun Wardana, yang mewakili pasangannya Dharma Pongrekun, menekankan pentingnya transparansi dan kolaborasi antardaerah dalam mengatasi polusi udara.
Kun juga mengusulkan penggunaan teknologi untuk mendukung langkah-langkah tersebut, seperti:
1. Stasiun pemantau kualitas udara.
2. Teknologi remote sensing dengan pengenalan pola dan penginderaan jauh.
3. Internet of Things (IoT) dalam pengembangan kota pintar (smart cities).
“Langkah ini membutuhkan integrasi data dan transportasi rendah emisi untuk hasil yang nyata,” kata dia.
Diskusi ini menjadi momentum penting untuk mengukur komitmen para calon gubernur dalam menghadapi krisis udara bersih, menjelang debat terakhir yang akan menjadi penentu pilihan warga Jakarta.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kecelakaan Maut di Afrika Selatan, 21 Orang Tewas dalam Tabrakan Tiga Kendaraan
- 2Terpukau Atmosfer Persija vs Persib di SUGBK, John Herdman: Belum Pernah Saya Rasakan
- 3Apa Itu Gempa Megathrust? Ini Wilayah Indonesia yang Berpotensi Terdampak
- 4Tokoh Partai Reformasi Britania Raya Balas Trump soal Irlandia Bersatu: Jangan Campuri Politik Inggris!
- 5Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 6Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Ini Sosok dan Perjalanan Kariernya
- 7ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 8Ismed Sofyan Puji Shin Tae-yong Usai Persija Kalahkan Persib, Putuskan Kebuntuan 3 Tahun
- 9Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 10Fahd A Rafiq Bersama Tujuh Tersangka OTT Summarecon Digiring ke Mobil Tahanan KPK









