Rel Trem Zaman Belanda Dipindah untuk Dikonservasi
AKURAT.CO Temuan rel trem peninggalan era kolonial di area pengerjaan jalur MRT Fase 2A paket kontrak kerja Glodok-Kota menjadi perhatian publik. Benda bersejarah peninggalan zaman Belanda itu bakal segera dipindahkan. Sehingga pengerjaan jalur MRT rute Glodok-Kota tetap berjalan sesuai jadwal.
Arkeolog Junus Satrio Atmodjo mengatakan bahwa rel trem tersebut kini sudah diangkat dan dipindahkan dari tempat ditemukan. Selanjutnya, rel bakal disimpan di pool milik Perum Perusahaan Pengangkutan Djakarta (PPD), Jelambar, Jakarta Barat.
“Pool [PPD] nya ini ada di daerah Jelambar, jaraknya kira-kira 6 km dari lokasi ekskavasi, kita bisa lihat kondisi lapangannya sangat terbuka karena PPD mempunyai lahan-lahan yang cukup besar,” ujar Junus kepada wartawan, Kamis (30/12/2021).
Nantinya, rel trem tersebut akan dijaga sebaik mungkin oleh pihak PPD agar tidak ada kerusakan. Perawatannya juga membutuhkan waktu lama sambil menjaganya dalam kondisi baik sebelum nantinya dipamerkan. Upaya konservasi rel trem itu bertujuan agar tidak mudah rusak.
"Di sini (pool PPD) nanti akan disimpan rel tersebut selama beberapa tahun dan dalam masa penyimpanan akan dilakukan konservasi kemudian akan dihindari dari kelembapan akan ditutup agar tidak terjadi rusak,” ungkapnya.
Perawatan yang dilakukan tidak hanya sekadar perawatan relnya saja. Bahkan bagian terkecil seperti sekrup dan bantalan juga akan disimpan dan dirawat. Sebab, temuan itu merupakan satu kesatuan saksi sejarah. Sehingga harus terawat dengan baik sebagai bukti pembangunan bidang transportasi di Indonesia.
“Kalau rel mungkin tidak terlalu masalah ya karena memang dia terbuat dari baja yang sangat baik, tetapi bantalan-bantalan kayu, sekrup-sekrup dan bantalan baja yang jumlah nya sangat banyak itu juga akan kita perlakukan yang sama," pungkasnya.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.





