Akurat Logo

Harga Minyak Naik, Ibrahim Prediksi Rupiah Bisa Tembus Rp19.000

Esha Tri Wahyuni | 29 Oktober 2026, 22:11 WIB
Harga Minyak Naik, Ibrahim Prediksi Rupiah Bisa Tembus Rp19.000
Ilustrasi rupiah melemah atas dolar AS

AKURAT.CO Harga minyak dan kebutuhan impor energi menekan rupiah. Ibrahim Assuaibi menilai kurs berpotensi menyentuh Rp19.000 per USD.

Pelemahan rupiah tidak hanya berkaitan dengan penguatan dolar Amerika Serikat (AS), tetapi juga dipengaruhi kebutuhan impor energi dan tekanan geopolitik global.

Jika harga minyak bertahan tinggi, beban anggaran negara berpotensi meningkat seiring kebutuhan dolar untuk membiayai impor.

Baca Juga: Airlangga Optimistis Rupiah Tak Tembus Rp19.000 per USD

Pengamat mata uang, Ibrahim Assuaibi menilai, ketergantungan Indonesia terhadap impor minyak menjadi salah satu faktor yang membuat rupiah rentan ketika harga energi dunia naik. 

Kondisi tersebut dinilai semakin menantang di tengah konflik geopolitik yang mengganggu pasokan dan perdagangan energi global.

"Permasalahan utama Indonesia adalah energi. Indonesia ini kekurangan energi yang cukup besar," kata Ibrahim dalam talkshow di PT. Traze Andalan Future di Jakarta, Kamis (29/10/2026).

Menurut Ibrahim, kebutuhan minyak Indonesia mencapai sekitar 2,1 juta barel per hari. Sementara itu, produksi minyak siap angkat atau lifting yang disebutnya dalam pemaparan masih jauh di bawah kebutuhan tersebut.

Kesenjangan antara kebutuhan dan produksi domestik membuat Indonesia harus mengandalkan pasokan dari luar negeri. Ketika harga minyak meningkat, nilai impor energi berpotensi membengkak dan kebutuhan valuta asing ikut bertambah.

Tekanan tersebut menjadi perhatian karena pemerintah menetapkan sejumlah asumsi makro dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026. 

Berdasarkan asumsi APBN, nilai tukar rupiah dipatok Rp 16.500 per USD, sedangkan harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) ditetapkan USD70 per barel. 

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.