Potensi 500 Juta Benih Lobster RI, Ini Sebab Budi Daya Belum Maksimal

AKURAT.CO Indonesia memiliki potensi benih bening lobster (BBL) yang diperkirakan mencapai hampir 500 juta ekor per tahun. Namun, besarnya potensi tersebut belum sepenuhnya diikuti optimalisasi industri pembesaran lobster di dalam negeri.
Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono mengatakan, Indonesia masih menghadapi tantangan dalam mengembangkan budi daya lobster. Salah satunya adalah kecenderungan masyarakat menjual benih lobster dibandingkan membesarkannya hingga menjadi produk bernilai ekonomi lebih tinggi.
"Kalau menurut catatan kurang lebih hampir 500 juta ekor (BBL). Tapi menurut pandangan saya, kalau setiap tahun 500 juta, mestinya lebih dari itu. Ini adalah sebuah kekayaan alam laut kita yang sangat luar biasa, yang secara terus terang sampai hari ini kita belum bisa manfaatkan dengan baik," kata Trenggono saat peluncuran Satuan Tugas Pemberantasan Pengeluaran Benih Bening Lobster (Satgas P2BBL) di Jakarta, Senin (12/10/2026).
Baca Juga: Budi Daya Lobster Kerja Sama Vietnam Sumbang PNBP Rp3,6 Miliar
Persoalan tersebut menjadi tantangan bagi pemerintah untuk mendorong pemanfaatan sumber daya laut yang tidak hanya berorientasi pada perdagangan benih, tetapi juga menghasilkan nilai tambah melalui kegiatan pembesaran lobster di Indonesia.
Berdasarkan data Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), produksi lobster hasil budi daya nasional mencapai 481 ton pada 2024. Angka ini meningkat dibandingkan produksi pada 2023 yang tercatat sebesar 437 ton.
Meski mengalami kenaikan, pemerintah masih menargetkan peningkatan produksi budi daya lobster menjadi 1.100 ton pada 2026. Target tersebut tercantum dalam Rencana Strategis Direktorat Jenderal Perikanan Budi Daya 2025-2029.
Target itu menunjukkan besarnya pekerjaan yang harus dilakukan untuk memperluas kapasitas pembesaran lobster nasional. Pemerintah perlu memastikan ketersediaan benih, kemampuan pembudidaya, pembiayaan, hingga kepastian pasar agar kegiatan budi daya dapat berkembang secara berkelanjutan.
Harga Benih Jadi Tantangan
Trenggono menjelaskan, salah satu faktor yang memengaruhi keputusan masyarakat untuk menjual benih adalah perbedaan harga dengan negara tetangga, terutama Vietnam.
Menurutnya, harga BBL di tingkat nelayan Indonesia berada di kisaran Rp8.500 per ekor. Sementara itu, harga yang disebutnya berlaku di Vietnam dapat mencapai Rp35.000 hingga Rp50.000 per ekor dalam kondisi tertentu. "Kalau di tingkat nelayan itu harganya kira-kira sekitar Rp8.500 per ekor," ujar Trenggono.
Perbedaan harga tersebut menjadi salah satu gambaran insentif ekonomi dalam perdagangan benih lobster. Namun, perbandingan harga antarnegara perlu mempertimbangkan perbedaan tingkat perdagangan, ukuran dan kualitas benih, serta biaya distribusi agar dapat menggambarkan nilai ekonomi yang sebanding.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 3Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 4Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 5Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 6Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 7Timnas Indonesia U-17 Putri Selangkah Lagi ke Piala Asia 2027, Anya Gabriella Ingatkan Laga Krusial
- 8India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 9KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini
- 10Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi










