AI dan Semikonduktor Jadi Andalan Baru Pemerintah Dorong Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

AKURAT.CO Pemerintah mulai mengarahkan perhatian pada sejumlah sektor yang dinilai berpotensi menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru Indonesia di tengah ketidakpastian geopolitik dan meningkatnya kebijakan proteksionisme perdagangan global.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menyebut, kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), semikonduktor, digitalisasi, hingga pengembangan kawasan industri menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memperluas sumber pertumbuhan ekonomi nasional.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah pengembangan ekosistem AI. Pemerintah memperkirakan sektor tersebut dapat membuka ruang investasi hingga USD8 miliar-USD12 miliar dalam periode 2026-2030.
Baca Juga: Airlangga: Transaksi Video Commerce RI Capai 2,6 Miliar
"Saya juga ingin sharing bahwa Indonesia telah bergabung sebagai founding member di World AI Collaboration Organization. Dan ini akan membuka ruang investasi AI sebesar US$8 hingga USD12 miliar di tahun 2026 hingga 2030," kata Airlangga dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (28/8/2026).
Menurut Airlangga, pengembangan AI juga akan meningkatkan kebutuhan terhadap infrastruktur digital, khususnya pusat data atau data center.
"Ini adalah momentum bagi Indonesia karena AI ini membutuhkan data center," ujarnya.
Pengembangan AI tidak hanya berkaitan dengan penggunaan teknologi oleh perusahaan atau pemerintah. Infrastruktur pendukung seperti data center juga menjadi kebutuhan penting seiring meningkatnya pemrosesan dan penyimpanan data.
Karena itu, pemerintah melihat pengembangan ekosistem AI dapat menciptakan peluang investasi baru sekaligus mendorong pembangunan infrastruktur digital di Indonesia.
Namun, pengembangan sektor tersebut membutuhkan kesiapan teknologi dan sumber daya manusia. Pemerintah karena itu tidak hanya mengejar investasi, tetapi juga mendorong peningkatan kompetensi tenaga kerja.
Selain AI, semikonduktor menjadi sektor strategis lain yang tengah dikembangkan pemerintah. Industri ini membutuhkan penguasaan teknologi serta tenaga kerja dengan kompetensi khusus.
Airlangga mengatakan pemerintah telah bekerja sama dengan ARM dari Inggris untuk menyiapkan tenaga kerja yang memiliki kompetensi di bidang ekosistem semikonduktor.
"Semikonduktor misalnya, pemerintah telah melakukan kerja sama dengan ARM dari Inggris untuk menyiapkan tenaga kerja yang akan memiliki kompetensi dalam bidang ekosistem semikonduktor," katanya.
Pemerintah juga mendorong digitalisasi tidak hanya pada sektor teknologi, tetapi sektor-sektor produktif seperti pertanian dan energi.
Langkah tersebut diarahkan untuk meningkatkan efisiensi sekaligus memperkuat kapasitas produksi nasional.
Baca Juga: Soal Desil DTSEN, Airlangga: Tunggu Hasil Sensus BPS
Digitalisasi juga dikaitkan dengan kesiapan implementasi program B50. Pemerintah menilai pemanfaatan teknologi dapat menjadi bagian dari upaya meningkatkan produktivitas sektor-sektor yang memiliki peran penting terhadap perekonomian.
Dengan demikian, strategi pertumbuhan baru tidak hanya diarahkan pada industri berbasis teknologi tinggi, tetapi juga pada transformasi sektor yang selama ini menjadi bagian dari struktur ekonomi Indonesia.
Sumber pertumbuhan baru juga diarahkan melalui pengembangan industri dan hilirisasi.
Pemerintah terus mendorong pembangunan kawasan industri dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) untuk menjadi pusat kegiatan ekonomi baru. Kebijakan tersebut juga dikaitkan dengan pengembangan proyek hilirisasi yang berhubungan dengan energi terbarukan atau renewable energy.
Airlangga mengatakan dukungan fiskal terus disiapkan untuk menciptakan iklim investasi yang lebih kondusif.
Pemerintah berharap dukungan tersebut dapat mempercepat realisasi proyek strategis dan meningkatkan kapasitas produksi nasional.
Pengembangan industri hilir menjadi penting karena pemerintah tidak hanya ingin meningkatkan produksi komoditas mentah, tetapi juga memperbesar nilai tambah yang dihasilkan di dalam negeri.
Di sisi lain, pemerintah menghadapi tantangan dari meningkatnya kebijakan proteksionisme di berbagai negara.
Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi perdagangan internasional dan kemampuan negara-negara eksportir untuk memperluas pasar. Indonesia karena itu berupaya memperkuat daya saing ekspor sekaligus membuka akses pasar baru.
Airlangga mengatakan Indonesia terus melakukan deregulasi dan memperluas kerja sama perdagangan internasional.
Saat ini, Indonesia disebut telah memiliki 25 perjanjian internasional, termasuk Comprehensive and Progressive Agreement for Trans-Pacific Partnership (CPTPP) yang melibatkan 12 negara.
Kerja sama perdagangan tersebut menjadi salah satu instrumen untuk memperluas akses produk Indonesia ke pasar internasional ketika sejumlah negara menerapkan kebijakan perdagangan yang lebih protektif.
Pemerintah juga terus mendorong peningkatan kemampuan ekspor nasional agar peningkatan kapasitas produksi dapat diikuti dengan perluasan pasar.
Selain perjanjian perdagangan, Indonesia juga melanjutkan proses aksesi menuju Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD).
Airlangga mengatakan Indonesia telah memasuki tahap Technical Review dalam proses tersebut.
Menurut pemerintah, proses aksesi OECD dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat kualitas kebijakan dan meningkatkan kepercayaan terhadap iklim investasi Indonesia.
Pada saat yang sama, deregulasi dan penyederhanaan kebijakan terus dilakukan untuk mendukung aktivitas investasi dan perdagangan.
Strategi tersebut menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya mengandalkan satu sektor untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi baru.
AI dan data center diarahkan untuk menangkap peluang ekonomi digital. Semikonduktor dikembangkan untuk membangun kapasitas industri teknologi dan sumber daya manusia, sementara hilirisasi, energi terbarukan, kawasan industri, serta KEK tetap menjadi bagian dari strategi industrialisasi.
Di sektor eksternal, pemerintah berupaya memperluas akses pasar melalui perjanjian perdagangan dan meningkatkan daya saing ekspor di tengah perubahan kebijakan perdagangan global.
Dengan kombinasi tersebut, pemerintah menargetkan munculnya sumber pertumbuhan baru yang tidak hanya bertumpu pada sektor ekonomi tradisional, tetapi juga pada teknologi, industri bernilai tambah, dan perdagangan internasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 3Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 4Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 7Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 8Jadwal BRI Liga 1 Pekan Ini Lengkap dengan Live Streaming, Ada Persib vs Dewa United
- 9KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini
- 10Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi










