Akurat

Program Magang Nasional Tingkatkan Keterampilan Tenaga Kerja RI

Hefriday | 16 Oktober 2025, 17:51 WIB
Program Magang Nasional Tingkatkan Keterampilan Tenaga Kerja RI
 
AKURAT.CO Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker), Afriansyah Noor menyatakan bahwa Program Magang Nasional 2025 menjadi langkah strategis pemerintah dalam mencetak tenaga kerja terampil dan berpengalaman, sekaligus menjembatani lulusan baru untuk masuk ke dunia industri.
 
Afriansyah, yang akrab disapa Ferry, mengatakan bahwa sejak program ini dibuka, antusiasme masyarakat dan dunia usaha sangat tinggi. Hal ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan publik terhadap program pemagangan sebagai sarana pembelajaran berbasis pengalaman kerja.
 
“Sejak program magang ini dibuka, animo masyarakat dan dunia usaha sangat luar biasa. Hal ini menunjukkan bahwa pemagangan semakin dipercaya sebagai sarana efektif untuk menyiapkan tenaga kerja yang terampil dan siap pakai,” ujar Ferry di Jakarta, Kamis (16/10/2025).
 
Pada tahap pertama (batch I) Program Magang Nasional 2025, tercatat sebanyak 156.159 orang telah mendaftar sebagai calon peserta. Sementara itu, 1.668 perusahaan dari berbagai sektor turut berpartisipasi sebagai penyelenggara magang.
 
 
Ferry menegaskan, magang kini bukan hanya menjadi alternatif, tetapi juga pilihan strategis bagi angkatan kerja muda untuk meningkatkan kompetensi dan kesiapan sebelum memasuki dunia kerja sesungguhnya.
 
“Melalui magang, peserta tidak hanya memperoleh pengalaman, tetapi juga pemahaman langsung tentang budaya kerja, keterampilan teknis, dan etika profesional yang dibutuhkan industri,” ujarnya.
 
Program ini mencakup berbagai sektor unggulan, antara lain makanan dan minuman, industri kreatif dan digital, komunikasi dan informasi, sektor publik, manufaktur, pariwisata, logistik dan transportasi, pertanian, serta jasa pendukung lainnya.
 
“Keberagaman sektor ini menunjukkan bahwa dunia industri semakin terbuka terhadap konsep pemagangan. Ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi antara dunia pendidikan dan dunia kerja,” kata Ferry.
 
Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Cris Kuntadi menjelaskan, pelaksanaan Program Magang Nasional 2025 tahap pertama dilakukan secara bertahap.
 
Rangkaian kegiatannya dimulai dari pendaftaran perusahaan dan pengajuan program magang pada 1–14 Oktober 2025, kemudian dilanjutkan dengan pendaftaran peserta pada 7–15 Oktober 2025.
 
Proses seleksi dan pengumuman peserta dilakukan pada 16–18 Oktober 2025, sedangkan pelaksanaan magang dijadwalkan berlangsung mulai 20 Oktober 2025 hingga 19 April 2026.
 
Pada batch pertama ini, Kemnaker menyiapkan kuota awal untuk 20 ribu lulusan baru (fresh graduate) dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
 
Selama enam bulan masa magang, peserta akan menerima uang saku setara upah minimum yang dibayarkan oleh pemerintah melalui Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), terdiri dari BNI, BRI, BTN, Mandiri, dan BSI.
 
Selain itu, peserta juga akan memperoleh perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (Jamsostek) yang mencakup Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM).
 
“Peserta magang tidak hanya mendapatkan uang saku, tetapi juga jaminan sosial, pendampingan dari mentor perusahaan, serta sertifikat bagi yang menyelesaikan program dengan baik,” jelas Cris.
 
Program Magang Nasional ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat link and match antara dunia pendidikan dengan dunia usaha dan industri. 
 
Dengan melibatkan ribuan perusahaan di berbagai sektor, Kemnaker berharap lulusan perguruan tinggi dan sekolah vokasi dapat lebih siap bersaing di pasar kerja nasional maupun global.
 
Cris menambahkan, perusahaan yang berpartisipasi dalam program ini tidak hanya berperan sebagai tempat pelatihan, tetapi juga mitra strategis dalam mencetak tenaga kerja yang kompeten dan berdaya saing tinggi.
 
“Melalui magang, kita ingin membangun generasi muda yang siap kerja, memiliki keterampilan sesuai kebutuhan industri, serta bermental profesional,” ujarnya.
 
Kemnaker juga menggandeng berbagai asosiasi pengusaha, lembaga pelatihan kerja (LPK), serta pemerintah daerah untuk memperluas jangkauan program ini ke seluruh Indonesia. 
 
Dengan sinergi lintas sektor, diharapkan program magang dapat menjadi gerakan nasional yang memberikan manfaat nyata bagi tenaga kerja muda.
 
“Kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan dunia pendidikan menjadi kunci keberhasilan program ini. Kami ingin memastikan setiap peserta memperoleh pengalaman magang yang relevan dan berdampak,” ujar Ferry menegaskan.
 
Program Magang Nasional 2025 merupakan bagian dari strategi besar pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan memperkuat ketenagakerjaan di era transformasi industri.
 
Dengan pengalaman kerja nyata yang diperoleh peserta, diharapkan mereka mampu beradaptasi lebih cepat di dunia kerja, sekaligus menjadi bagian dari tenaga kerja kompetitif dan produktif yang mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
 
“Melalui program ini, kita tidak hanya menyiapkan tenaga kerja, tetapi juga membangun generasi produktif yang mampu berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi Indonesia,” tukas Ferry.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa