Akurat Logo

IMF Pangkas Outlook Pertumbuhan Ekonomi RI, Sri Mulyani Bilang Begini

Camelia Rosa | 24 April 2025, 17:29 WIB
IMF Pangkas Outlook Pertumbuhan Ekonomi RI, Sri Mulyani Bilang Begini

AKURAT.CO Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani merespons Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF) yang memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya akan berada di level 4,7% pada 2025 atau lebih rendah dibandingkan peroyeksi sebelumnya yakni 5,1%.

Proyeksi ini merupakan imbas tarif resiprokal yang diterapkan oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kepada Indonesia.

Sri Mulyani pun berdalih, koreksi IMF terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia ini lebih rendah jika dibandingkan dengan negara lain yang memiliki intensitas perdagangan internasional dan hubungan perekonomian lebih besar terhadap Amerika Serikat.
 
 
Ia meyakini, Indonesia masih akan dapat mengendalikan dampak negatif ketidakpastian global dan tetap menjaga stabilitas sistem keuangan serta memelihara momentum pertumbuhan ekonomi.
 
Menurutnya, ke depan ekonomi Indonesia akan berpeluang untuk terus tumbuh secara berkesinambungan.
 
Sementara pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I-2025 diperkirakan tetap positif meskipun ketidakpastian global mengalami kenaikan.
 
"konsusmi rumah tangga tetap baik yang didukung oleh belanja pemerintah terutama dalan bentuk permbayaran tunjangan hari raya atau THR, belanja sosial dan berbagai insentif lain yg diberikan menjelang atau pada bulan pertama hingga ketiga tahun 205 dan menjelang idul fitri 1445 H," tutur Sri Mulyani di Jakarta, Kamis (24/4/2025). 
 
Sri Mulyani menambahkan bahwa keberlanjutan proyek-proyek strategis nasional di berbagai wilayah juga diperkirakan dapat meningkatkan kinerja investasi. 
 
"Investasi swasta saat ini masih baik didukung oleh keyakinan produsen yang terlihat pada aktivitas manufaktur Indonesia yang masih pada zona ekspansif," tukasnya. 
 
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, IMF telah memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global dari 3,3% menjadi 2,8% pada 2025.
 
Tidak hanya di Indonesia, proyeksi pertumbuhan ekonomi di berbagai negara juga dipangkas termasuk AS menjadi hanya sebesar 1,8%.
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.