AKURAT.CO Komisi XI DPR meminta Direktorat Jenderal Pajak (DJP) untuk menunda penerapan sistem baru administrasi perpajakan, Coretax.
Sebabnya, masih banyak masalah yang ditemukan sejak sistem ini mulai berjalan pada 1 Januari 2025. Sebagai langkah antisipasi, DPR menyarankan agar DJP kembali menggunakan sistem lama agar tidak mengganggu kelancaran administrasi pajak.
Menurut Ketua Komisi XI DPR, Mukhamad Misbakhun, keputusan ini merupakan hasil rapat dengar pendapat dengan Dirjen Pajak Suryo Utomo dan jajaran, yang berlangsung di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (10/2/2025).
Baca Juga: DJP Rilis Panduan Pelaporan SPT Tahun Pajak 2024 dan Core Tax
“Kami sepakat bahwa sistem perpajakan yang lama masih bisa dimanfaatkan sementara waktu. Ini sebagai langkah mitigasi supaya tidak ada kendala dalam implementasi Coretax yang masih butuh penyempurnaan,” kata Misbakhun usai Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi XI DPR RI.
Meski begitu, ia memastikan bahwa Kementerian Keuangan menjamin penerimaan pajak di APBN 2025 tetap berjalan sesuai target, tanpa terganggu oleh sistem IT yang digunakan.
Komisi XI juga menekankan pentingnya roadmap yang jelas dalam penerapan Coretax.
“Harus ada perencanaan yang matang dengan risiko sekecil mungkin, supaya tidak memberatkan wajib pajak,” tambahnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 7Zelensky: Jika Trump dan Putin Menginginkan Pemilu di Ukraina, Syaratnya Gencatan Senjata 60 Hari
- 8Harimau Siberia Tewaskan Pengunjung di Inggris, Berakhir Disuntik Mati?
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini










