Akurat Logo

Pasar Keuangan Global Merespons Hati-hati Pelantikan Trump

Hefriday | 20 Januari 2025, 11:46 WIB
Pasar Keuangan Global Merespons Hati-hati Pelantikan Trump

AKURAT.CO Kondisi pasar global pada awal minggu ini menunjukkan kehati-hatian, seiring para investor menantikan pengumuman kebijakan ekonomi Donald Trump pada awal masa jabatan keduanya sebagai Presiden Amerika Serikat.

Momen ini diperkirakan akan menjadi salah satu penentu arah ekonomi global, terutama terkait kebijakan perdagangan dan tarif impor yang kontroversial.  

Donald Trump dijadwalkan akan dilantik pada Senin waktu setempat, dengan janji membawa "hari baru kekuatan Amerika." Harapan besar muncul bahwa Trump akan segera mengeluarkan serangkaian perintah eksekutif yang berpotensi mengguncang pasar.  
 
  
Dolar AS menunjukkan stabilitas terhadap mata uang utama lainnya, setelah reli panjang sejak September. Dolar saat ini diperdagangkan mendekati level tertinggi dua tahun terhadap euro, berada di global USD1,0273.
 
Para analis menilai bahwa langkah awal Trump dalam kebijakan tarif impor akan sangat memengaruhi pergerakan nilai tukar di hari-hari mendatang.  
  
Dikutip dari Reuters, Senin (20/1/2025), kebijakan tarif yang diusulkan Trump, termasuk tarif 10% pada impor global dan hingga 60% pada barang dari China, telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan pelaku perdagangan internasional.
 
Para ahli memperingatkan bahwa tarif tinggi dapat mengacaukan aliran perdagangan, meningkatkan biaya, dan memicu aksi balasan dari negara-negara lain.  
  
Mata uang Kanada dan Meksiko menjadi korban awal dari ekspektasi kebijakan tarif Trump. Dolar Kanada menyentuh level terendah lima tahun di USD1,4486, sementara peso Meksiko mencapai titik terendah dalam dua setengah tahun di 20,94 per dolar AS.  
  
Sementara itu, dalam dunia aset digital, Bitcoin mengalami sedikit penurunan di awal sesi Asia tetapi tetap stabil di atas USD100.000. Pelaku pasar terus memantau volatilitas yang terjadi di sektor ini sebagai respons terhadap sentimen ekonomi global.  
  
Indeks saham Jepang, Nikkei, menunjukkan penguatan sebesar 1% di awal perdagangan Senin. Di Amerika Serikat, indeks S&P 500 dan Nasdaq mencatatkan kenaikan mingguan terbesar sejak akhir tahun lalu, didukung oleh data inflasi yang moderat.  
  
China menjadi pusat perhatian sebagai target utama kebijakan tarif Trump. Investor menyambut baik data pertumbuhan ekonomi China yang lebih baik dari perkiraan, serta panggilan telepon yang positif antara Trump dan Presiden China, Xi Jinping.
 
Hal ini memberikan harapan bahwa hubungan perdagangan antara kedua negara akan berjalan konstruktif.  
  
Peter Dragicevich, seorang ahli strategi mata uang dari Corpay, menyebutkan bahwa pendekatan Trump yang lebih moderat dapat menenangkan pasar dan melemahkan dolar, sebagaimana yang terjadi pada awal masa jabatannya di tahun 2017. Sebaliknya, langkah agresif justru berpotensi memperkuat posisi dolar di pasar global.  
  
Selain kebijakan Trump, investor juga mencermati potensi kenaikan suku bunga oleh Bank of Japan yang dijadwalkan pada akhir minggu ini. Kenaikan ini dapat memberikan dampak signifikan terhadap pasar Asia dan memperkuat yen Jepang.  
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa