Akurat Logo

ISEI Siap Bersinergi dengan Pemerintah Sukseskan Asta Cita

Demi Ermansyah | 19 Januari 2025, 23:03 WIB
ISEI Siap Bersinergi dengan Pemerintah Sukseskan Asta Cita

AKURAT.CO Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) menegaskan langkah konkret untuk mendukung program Asta Cita pemerintah dengan menggarap lima program utama yang dinilai strategis bagi masa depan ekonomi Indonesia.

"ISEI bakal terus bergerak bareng pemerintah dalam mendukung Asta Cita, fokusnya di lima program strategis ini," ujar Ketua Umum ISEI, Perry Warjiyo, dalam pidatonya di Jakarta, Minggu (19/1/2025).

Pertama, lanjut Perry, menjaga kestabilan ekonomi dan sistem keuangan supaya ekonomi bisa tumbuh lebih kokoh. Kedua, mendorong hilirisasi sumber daya alam (SDA) biar nilai tambahnya makin terasa. 

Baca Juga: Dukung Asta Cita Prabowo-Gibran, HK Lanjutkan Proyek Ketahanan Pangan dan Jaringan Jalan

"Ketiga, memperkuat ketahanan pangan lewat strategi terpadu, sesuai dengan Astacita ke-3. Keempat, akselerasi digitalisasi buat memastikan semua pihak bisa ikut andil dalam perekonomian. Terakhir, meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) lewat program sertifikasi profesi yang melibatkan Lamemba dan lembaga lainnya," paparnya.

Perry juga menyoroti pentingnya ISEI untuk terus berkembang sebagai "think-tank" ekonomi nasional. "Kita harus terus memperkuat program kerja dan struktur organisasi, baik di pusat maupun di cabang, supaya makin relevan dengan tantangan global," katanya.

ISEI nggak cuma bicara program internal. Perry menekankan perlunya inovasi dan kolaborasi. "ISEI itu wadah kolaborasi antara Akademisi, Bisnis, dan Pemerintah. Program-program kita harus sinergi dengan semua pihak supaya manfaatnya benar-benar terasa, baik untuk ekonomi maupun kesejahteraan rakyat," jelasnya.

Di sisi lain, Perry menyoroti tantangan besar seperti rendahnya kontribusi sektor pertanian ke PDB yang hanya 13,71% pada kuartal III-2024, plus angka malnutrisi yang masih 17,7% menurut UNICEF. 
 
"Solusinya? Penguatan sektor pangan lewat teknologi pertanian modern, program makan bergizi gratis, dan adopsi inovasi pangan seperti lab-grown food," paparnya kembali.

Selain pangan, kualitas SDM juga jadi sorotan. Berdasarkan laporan Bank Dunia 2022, Human Capital Index (HCI) Indonesia hanya 0,53. Artinya, anak-anak Indonesia baru bisa mencapai 53% dari potensi produktivitas maksimal mereka saat dewasa.
 
Perry menegaskan perlunya fokus pada pendidikan vokasi, peningkatan kualitas guru, hingga pengembangan sekolah unggulan.

“Indonesia harus adaptif dan inovatif, mulai dari memperkuat kerja sama ASEAN sampai memaksimalkan teknologi digital. Dengan begitu, kita bisa menghadapi tantangan global dan bikin ekonomi lebih kuat,” ucapnya. 
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.