Keanggotaan Indonesia di BRICS Tidak Ganggu Hubungan dengan Amerika Serikat

AKURAT.CO Indonesia kini resmi menjadi anggota penuh BRICS—kelompok ekonomi besar yang terdiri dari Brasil, Rusia, India, Tiongkok, dan Afrika Selatan.
Kabar ini disampaikan oleh Pemerintah Brasil pada Senin (6/1/2025), yang saat ini memegang presidensi aliansi tersebut.
Langkah ini disambut hangat, dengan harapan Indonesia memperkuat peran strategis di panggung global.
Menanggapi kekhawatiran tentang dampaknya terhadap hubungan bilateral dengan Amerika Serikat, Utusan Khusus Presiden untuk Perdagangan Internasional dan Kerja Sama Multilateral, Mari Elka Pangestu, menegaskan, keanggotaan Indonesia di BRICS tidak akan merusak hubungan dengan negara mana pun, termasuk AS di bawah pemerintahan Donald Trump yang baru terpilih.
Baca Juga: BMKG: Cuaca Hujan dan Petir Mengintai Sejumlah Kota Besar di Indonesia Hari Ini
“Diplomasi Indonesia menganut politik bebas aktif, yang berarti kita dapat bekerja sama dengan berbagai pihak tanpa berpihak secara eksklusif. Keanggotaan BRICS tidak mengganggu kepentingan Amerika Serikat," ujar Mari saat ditemui di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (7/1/2025) malam.
Mari menekankan bahwa posisi strategis Indonesia sebagai anggota BRICS memberikan kesempatan untuk menjadi penghubung antara negara berkembang dan negara maju.
Hal ini sejalan dengan langkah Indonesia yang juga sedang dalam proses bergabung dengan OECD, organisasi yang beranggotakan negara-negara maju, di mana AS merupakan anggota pendirinya.
Terkait isu dedolarisasi yang digaungkan oleh negara-negara BRICS, Mari menyebut bahwa diversifikasi mata uang dalam perdagangan internasional sudah berlangsung secara alami.
Indonesia, misalnya, telah menerapkan sistem perdagangan langsung antara rupiah dan yuan, tanpa harus melalui dolar AS.
Baca Juga: Sinopsis Film The Equalizer Viral, Ini Hukum Islam tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang
“Perkembangan ini adalah bagian dari evolusi sistem keuangan global. Meskipun dolar masih dominan, penggunaan mata uang lain akan terus tumbuh seiring waktu,” jelas Mari.
Ia menambahkan bahwa tidak ada pihak yang memprotes sistem tersebut hingga kini.
Langkah Indonesia bergabung dengan BRICS diharapkan memperkuat posisi negara di antara kekuatan ekonomi global dan memperluas peluang kerja sama yang saling menguntungkan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 3Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 4Timnas Indonesia U-17 Putri Selangkah Lagi ke Piala Asia 2027, Anya Gabriella Ingatkan Laga Krusial
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Jadwal BRI Liga 1 Pekan Ini Lengkap dengan Live Streaming, Ada Persib vs Dewa United
- 7Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 8Tiba di Jakarta, Ryan Giggs Terkesan 'Kehebohan' Penggemar Sejak di Bandara
- 9Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi
- 10Pertemuan Prabowo dan El-Sisi Hasilkan Empat Kesepakatan Kerja Sama, Mulai Statistik hingga Kelautan







