Pernah Berseberangan, Zuckerberg Kini Dukung Trump Lewat Donasi USD1 Juta
Demi Ermansyah | 13 Desember 2024, 15:33 WIB

AKURAT.CO Meta Platforms Inc, perusahaan induk Facebook dan Instagram, baru-baru ini menyumbangkan USD1 juta (sekitar Rp15 miliar) untuk mendukung dana inagurasi Presiden terpilih AS, Donald Trump.
Dimana langkah tersebut dinilai sebagai upaya untuk memperbaiki hubungan dengan pemerintahan baru setelah sebelumnya hubungan mereka sempat tegang.
Meskipun nominalnya terbilang kecil, sumbangan ini menjadi perhatian karena tidak diberikan pada masa jabatan pertama Trump atau kepada Presiden Joe Biden. Donasi ini terjadi setelah makan malam pada November lalu antara Trump dan CEO Meta, Mark Zuckerberg, di Mar-a-Lago.
Dilansir dari Bloomberg, Jumat (13/12/2024), selama masa jabatan pertamanya, Trump menggunakan platform Meta secara intens, namun akun-akunnya diblokir setelah kerusuhan di Gedung Capitol AS pada 6 Januari 2021. Meta melarang akun Trump karena khawatir retorikanya bisa memicu kekerasan, terutama terkait klaim penolakannya terhadap kemenangan Biden dalam pemilu.
Akun Trump akhirnya dibuka kembali pada 2023, meskipun ketegangan antara kedua belah pihak tetap ada. Pada Maret lalu, Trump bahkan menyebut Meta sebagai “musuh rakyat” dan mengklaim Zuckerberg seharusnya dipenjara terkait dugaan campur tangan dalam pemilu.
Namun, kini Zuckerberg tampaknya lebih terbuka terhadap Trump. Ia menyebut reaksi Trump terhadap upaya pembunuhan terhadap dirinya sebagai "keren" dan melakukan panggilan telepon pada musim panas lalu untuk meminta maaf karena keliru memberi label pada foto Trump yang divalidasi dengan pemeriksaan fakta.
Zuckerberg bukan satu-satunya pemimpin teknologi yang mencoba memperbaiki hubungan dengan Trump. Disebutkan ada beberapa eksekutif teknologi dan kapitalis ventura yang sebelumnya vokal mengkritik Trump kini tampak berusaha membangun hubungan baik, terutama dengan kemungkinan kembalinya Trump ke Gedung Putih.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.








