Menkeu China Sebut Masih Ada Ruang Yang Cukup Untuk Kerek Defisit Fiskal
Demi Ermansyah | 15 Oktober 2024, 11:01 WIB

AKURAT.CO Pemerintah China mengambil langkah penting untuk mendukung perekonomian yang melambat dengan mengisyaratkan peningkatan pinjaman pemerintah dan peningkatan defisit fiskal.
Merespon hal tersebut Menteri Keuangan China, Lan Fo'an menyatakan bahwa pemerintah pusat masih memiliki ruang yang cukup untuk meminjam dan meningkatkan defisit guna menopang ekonomi yang tertekan.
Langkah-langkah ini, yang diambil di tengah perlambatan pertumbuhan ekonomi, mencakup peningkatan penerbitan obligasi daerah serta obligasi khusus untuk memperkuat modal bank-bank milik negara. Langkah ini dinilai penting oleh para ekonom dan investor untuk memastikan adanya aliran dana yang cukup guna mendukung pertumbuhan ekonomi yang stabil.
Baca Juga: Stimulus Fiskal China Efektifkah?
Seiring dengan perlambatan ekonomi global, China menghadapi tekanan besar dari sektor properti dan masalah utang pemerintah daerah. Meskipun pemerintah telah meluncurkan beberapa kebijakan untuk memotong suku bunga dan memberikan dukungan kepada pasar properti, para analis menilai bahwa dukungan fiskal yang lebih besar diperlukan untuk menstabilkan kondisi keuangan negara.
Seiring dengan perlambatan ekonomi global, China menghadapi tekanan besar dari sektor properti dan masalah utang pemerintah daerah. Meskipun pemerintah telah meluncurkan beberapa kebijakan untuk memotong suku bunga dan memberikan dukungan kepada pasar properti, para analis menilai bahwa dukungan fiskal yang lebih besar diperlukan untuk menstabilkan kondisi keuangan negara.
China juga diperkirakan akan menaikkan rasio defisit anggarannya hingga mencapai 3,8% dari produk domestik bruto (PDB). Bruce Pang, kepala ekonom di Jones Lang LaSalle Inc., menilai bahwa dukungan fiskal, termasuk upaya mengurangi risiko utang daerah dan memperkuat bank-bank milik negara, adalah hal yang diharapkan oleh pasar.
Meskipun detail terkait jumlah pinjaman tambahan belum diumumkan secara resmi, para ekonom memperkirakan bahwa pemerintah pusat akan meningkatkan penjualan utang negara dan memberikan stimulus tambahan pada anggaran pertengahan tahun.
Dengan adanya langkah ini, pemerintah China diharapkan dapat menjaga stabilitas fiskal dan mempertahankan laju pertumbuhan ekonominya. Upaya pemerintah ini juga dilihat sebagai sinyal penting bahwa Beijing berkomitmen penuh untuk menyelesaikan masalah utang daerah yang menekan pertumbuhan ekonomi.
Menurut Chang Shu dan David Qu dari Bloomberg Economics, kebijakan tersebut akan memberikan solusi pendanaan bagi pemerintah daerah, yang sangat memerlukan sumber daya tambahan untuk melanjutkan program pembangunan dan infrastruktur. Langkah fiskal ini juga diharapkan dapat membantu China mencapai target pertumbuhan ekonominya sebesar 5% pada tahun 2024.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








