Akurat Logo

Stimulus Fiskal China Efektifkah?

Demi Ermansyah | 12 Oktober 2024, 22:37 WIB
Stimulus Fiskal China Efektifkah?

AKURAT.CO China kembali berupaya untuk mendongkrak perekonomiannya yang lesu dengan merencanakan stimulus fiskal baru senilai CNY2 triliun, yang diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan pasar dan investor. 

Di mana stimulus ini dikabarkan akan diumumkan dalam waktu dekat oleh menteri keuangan China, akan didanai melalui penjualan obligasi pemerintah. Namun, langkah ini mengundang banyak pertanyaan tentang bagaimana China akan menargetkan stimulus tersebut dan apakah mampu memberikan dampak positif terhadap perekonomian negara.

Melansir dari Bloomberg, menurut Professor Ekonomi di INSEAD, Pushan Dutt menjelaskan bahwa yang paling penting bukanlah seberapa besar stimulus ini, tetapi ke mana dana tersebut akan diarahkan. 
 
 
Oleh karena itu Dutt menyarankan agar pemerintah lebih berfokus pada rumah tangga dan upaya untuk meningkatkan konsumsi domestik. Hal ini penting karena konsumsi yang kuat dapat memberikan fondasi yang lebih stabil bagi perekonomian jangka panjang, mengurangi ketergantungan China pada ekspor dan investasi infrastruktur.
 
Namun, di tengah segala upaya ini, pemerintah China harus berhati-hati dalam mengelola ekspektasi pasar. Menurut Ding Shuang selaku kepala ekonom untuk Greater China di Standard Chartered Plc, pemerintah China harus berhati-hati agar tidak membiarkan ekspektasi pasar melonjak terlalu tinggi tanpa adanya kebijakan yang konkret untuk mendukungnya.
 
Seperti yang dijelaskan oleh para ahli, paket stimulus ini perlu lebih fokus pada konsumsi domestik daripada investasi di sektor real estate atau infrastruktur, yang selama bertahun-tahun menjadi andalan pertumbuhan China.
 
Infrastruktur sudah mencapai titik jenuh setelah puluhan tahun urbanisasi dan pembangunan besar-besaran, sementara sektor real estate menghadapi tantangan serius akibat kelebihan pasokan dan permintaan yang menurun.

Investor sangat menantikan kebijakan baru ini untuk melihat apakah dapat membawa perbaikan signifikan pada sentimen pasar, terutama setelah China sebelumnya mengumumkan langkah-langkah pemangkasan suku bunga dan dukungan terhadap pasar properti dan saham. 
 
Meski demikian, volatilitas masih terlihat di pasar saham China daratan, dengan fluktuasi yang tajam di tengah kurangnya pengumuman kebijakan besar pasca-liburan nasional pada awal Oktober.

Sementara itu, pemerintah juga menghadapi tantangan dalam menjaga keseimbangan fiskal dan membatasi risiko utang. Stimulus fiskal besar-besaran dapat memperburuk masalah utang lokal, terutama jika digunakan untuk investasi yang kurang produktif. 
 
Oleh karena itu, strategi kebijakan yang tepat sangat diperlukan untuk memastikan bahwa stimulus ini tidak hanya memberikan dorongan jangka pendek, tetapi juga berkontribusi pada pertumbuhan yang lebih berkelanjutan.

Dalam jangka pendek, paket fiskal ini mungkin akan meningkatkan permintaan domestik, yang menjadi titik lemah dalam pemulihan ekonomi China pasca-pandemi. Kebijakan ini bisa mencakup subsidi kepada kelompok rentan, dukungan untuk keluarga dengan anak-anak, serta insentif untuk mendorong pembelian barang-barang konsumsi dan mobil.
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.