AKURAT.CO Pada 20 Agustus 2024, nilai tukar rupiah menguat menjadi Rp15.430 per USD, menunjukkan apresiasi sebesar 5,34% sejak Juli 2024. Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, mengungkapkan bahwa nilai tukar rupiah saat ini mencapai Rp15.430 per USD, mengalami pelemahan sebesar 5,34% dibandingkan dengan posisi akhir Juli 2024.
“Nilai tukar rupiah memuat menjadi Rp15.430 per USD atau memuat 5,34 persen selama setahun terus dibandingkan dengan positif akhir Juli 2024,” katanya dalam konferensi pers di Jakarta pada (21/8/2024).
Penguatan ini mencerminkan kepercayaan investor terhadap stabilitas ekonomi Indonesia. Kenaikan nilai tukar rupiah didorong oleh aliran masuk modal asing dan kebijakan moneter yang efektif dari BI. "Kenaikan ini didorong oleh aliran masuk modal asing dan kebijakan moneter yang efektif,” imbuhnya.
Baca Juga: Pejuang, Rupiah dan Kemerdekaan
Selanjutnya, ia mengungkapkan Inflasi juga terjaga rendah, dengan indeks harga konsumen (IHK) pada Juli 2024 berada di angka 2,13% year-on-year, sedikit menurun dibandingkan bulan sebelumnya.
Selain itu, inflasi inti juga tercatat rendah pada 1,95% year-on-year, sementara inflasi volatile food menurun menjadi 3,63% dari 5,96% sebelumnya. "Inflasi menurun dan tetap terjaga rendah dalam kisaran sasaran ke 1,5-3,5 persen,” ucap Perry.
Penurunan inflasi volatile food ini didorong oleh peningkatan pasokan pangan dan kebijakan stabilisasi harga. lebih lanjut, ia mengungkapkan BI berkomitmen untuk terus mengoptimalkan berbagai instrumen moneter untuk menjaga stabilitas harga.
Ke depan, BI akan fokus pada pengendalian inflasi dan stabilitas nilai tukar rupiah. Inflasi indeks harga konsumen (IHK) pada Juli 2024 tercatat rendah, yaitu 2,13% year-on-year, sedikit lebih rendah dibandingkan dengan inflasi bulan Juli 2023 yang mencapai 2,15% year-on-year.
"Inflasi indeks harga konsumen IHK pada Juli 2024 terjaga rendah, yaitu 2,13% year-on-year. Lebih rendah dari inflasi pada bulan Juli 2024 yang sebesar 2,15% year-on-year,” ungkap Perry.
Di sisi lain, Perry juga yakin bahwa inflasi akan tetap terkendali dalam kisaran target 2,5% plus minus 1% untuk tahun 2024 dan 2025. "Inflasi inti diperkirakan terjaga seiring ekspektasi inflasi yang terjangkau dalam tasalan, kapasitas perekonomian masih besar dan dapat merespon beruntungan," tegasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tolak Bertahan di KTM Demi Ducati, Pedro Acosta: Saya Ingin Kalahkan Marc Marquez dengan Senjata yang Sama!
- 2Klik Link Live Streaming Indonesia vs Malaysia FIFA ASEAN Cup 2026 Malam Ini
- 3Prediksi Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Susunan Pemain dan Skor!
- 4Link Live Streaming Indonesia vs Malaysia FIFA ASEAN Cup 2026, Tayang Malam Ini!
- 5Ini Profil Hacker yang Bocorkan Data Skandal Pelanggaran Manchester City
- 6Dinyatakan Bersalah di Mayoritas 115 Pelanggaran, Berapa Gelar Man City yang Terancam Dicopot?
- 7Sekjen PBB Guterres Desak Iran Buka Kembali Selat Hormuz, Teheran Ajukan Proposal 7 Hari
- 8Ramalan Shio Minggu Ini 28 September–4 Oktober 2026: Ada yang Makin Sibuk, Ada yang Butuh Me Time
- 9Prabowo Perkuat BPJS Kesehatan, Siapkan Tambahan Anggaran Rp20 Triliun
- 10Kejagung Amankan Mantan Sekjen Kementerian ESDM Tersangka Korupsi Nikel









