Komisi XI Ingin APBN 2025 Ciptakan Ratusan Ribu Lapangan Pekerjaan

AKURAT.CO Anggota Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI) fraksi Gerindra, Kamrussamad menyatakan bahwa salah satu harapan dengan hadirnya APBN 2025 baru ini dapat menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas.
"Maksud dari berkualitas itu, misalnya dari angka 1 persen pertumbuhan ekonomi saja sudah bisa membuka ratusan ribu lapangan pekerjaan baru, sebab dalam APBN 2025 itu ada target pertumbuhan ekonomi, penurunan angka pengangguran dan kemiskinan," ucapnya di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (16/8/2024).
Oleh karena itu, lanjutnya, saat ini DPR bersama pemerintah yang berikutnya tentu memiliki banyak sekali target yang harus dipenuhi di APBN 2025. Lalu bagaimana caranya agar bisa menurunkan angka kemiskinan dan pengangguran melalui APBN 2025, tentunya melalui intervensi kebijakan fiskal.
Baca Juga: Sampaikan Nota Keuangan 2025, Jokowi Harap Pengangguran Susut ke 4,5 Persen
"Misalnya melalui keberlanjutan dana desa melalui TKD kemudian berbagai afirmasi program dan sebagainya, kemudian juga ada beberapa kebijakan yang harus segera dikeluarkan demi mencapai target APBN 2025," paparnya.
Meskipun begitu, tambahnya, secara umum APBN 2025 memang masih terus menuntaskan transformasi fiskal, supaya kebijakan fiskal tersebut betul betul lebih terjaga, belanja pemerintah semakin berkualitas dan tepat sasaran.
Sebagai informasi, Presiden Joko Widodo (Jokowi) beberapa waktu lalu menegaskan bahwa pondasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 akan menjadi pilar utama dalam menjamin kesinambungan melalui penguatan program-program unggulan yang akan dilanjutkan oleh pemerintahan yang akan datang.
"APBN 2025 dirancang untuk menjaga 'Stabilitas, Inklusivitas, dan Keberlanjutan' guna meningkatkan kesejahteraan dan pemerataan melalui pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan," ucapnya pada saat membaca pidato nota keuangan di Gedung DPR RI, Jakarta, Jumat (16/8/2024).
Lebih lanjut dirinya menekankan bahwa Indonesia harus tetap melanjutkan reformasi struktural, menjaga kebijakan fiskal yang sehat dan kredibel sekaligus memperkuat kolaborasi antar kebijakan fiskal moneter dan keuangan.
"Kemudian desain belanja, pendapatan, dan pembiayaan dalam APBN 2025 harus dirancang dengan fleksibilitas, sehingga mampu menyediakan ruang fiskal untuk mengantisipasi ketidakpastian dan mendukung keberlanjutan pembangunan, terutama dalam masa transisi pemerintahan," paparnya kembali.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 7Zelensky: Jika Trump dan Putin Menginginkan Pemilu di Ukraina, Syaratnya Gencatan Senjata 60 Hari
- 8Harimau Siberia Tewaskan Pengunjung di Inggris, Berakhir Disuntik Mati?
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini








