Akurat Logo

Ekspor China Juni 2024 Naik 8,6 Persen Karena Ini

Demi Ermansyah | 13 Juli 2024, 19:42 WIB
Ekspor China Juni 2024 Naik 8,6 Persen Karena Ini

AKURAT.CO Bea Cukai China beberapa waktu lalu melaporkan bahwa sektor ekspor negaranya mengalami kenaikan hingga 8,6% di bulan Juni dibandingkan dengan tahun sebelumnya, sedangkan sektor impor negara Panda tersebut turun hingga 2,3%.

Mengacu kepada laporan Bea Cukai tersebut menandakan bahwa produsen (negara-negara luar) sedang mempercepat pemesanan untuk mengantisipasi tarif dari berbagai mitra dagang yang semakin banyak.
 
Dilansir Reuters, hasil survei dari beberapa ekonom memperkirakan ekspor akan tumbuh 8,% berdasarkan nilai dan impor akan naik 2,8%, dibandingkan dengan pertumbuhan 7,6% dan 1,8% masing-masing pada bulan sebelumnya.

Namun sayangnya, data lapangan menunjukan bahwa sektor ekspor lah yang semakin menguat, dari perkiraan telah menjadi salah satu dari sedikit titik terang bagi ekonomi yang masih berjuang untuk mendapatkan momentum, meskipun ada upaya resmi untuk merangsang permintaan domestik setelah pandemi.
 
Baca Juga: Terimbas Sanksi Tarif, Harga Tesla Model 3 Buatan China Naik di Eropa

Meskipun begitu, sektor properti nampaknya masih lesu serta kekhawatiran mengenai pekerjaan dan upah sangat mempengaruhi kepercayaan konsumen.

Dengan semakin banyak negara yang mempertimbangkan untuk memperketat pembatasan barang-barang China, tekanan pada ekspornya untuk mendukung pencapaian target pertumbuhan ekonomi pemerintah tahun ini sekitar 5% juga meningkat.

Surplus perdagangan China tumbuh menjadi USD99,05 miliar, dibandingkan dengan perkiraan USD85 miliar dan USD82,62 miliar pada Mei. Amerika Serikat berulang kali menyoroti surplus tersebut sebagai bukti perdagangan yang menguntungkan China.

Pada Mei, Washington menaikkan tarif pada berbagai impor China, termasuk meningkatkan bea masuk pada kendaraan listrik (EV) China menjadi 100%. Brussel minggu lalu mengkonfirmasi akan memberlakukan tarif pada EV juga, tetapi hanya hingga 37,6%.

Eksportir China juga dalam keadaan siaga menjelang pemilu AS pada November, karena salah satu dari dua partai besar mungkin menerapkan pembatasan perdagangan baru. Turki bulan lalu mengumumkan akan memberlakukan tarif tambahan 40% pada EV buatan China, sementara Kanada mengatakan sedang mempertimbangkan pembatasan.
 
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.