Akurat Logo

Ditopang Manufaktur, Pertumbuhan Ekonomi Singapura Capai 0,4 Persen di Kuartal ll-2024

Demi Ermansyah | 13 Juli 2024, 07:50 WIB
Ditopang Manufaktur, Pertumbuhan Ekonomi Singapura Capai 0,4 Persen di Kuartal ll-2024

AKURAT.CO Pertumbuhan Domestik Bruto (PDB) Singapura meningkat pesat di kuartal kedua tahun ini, hal tersebut menunjukan bahwa ekonomi negara tersebut perlahan-lahan mulai bangkit.

Usut punya usut kenaikan PDB Singapura ditopang oleh bangkitnya sektor manufaktur. Dimana menurut laporan dari Kementerian Perdagangan dan Industri (MTI) negara tersebut memaparkan bahwa PDB meningkat 0,4% dalam tiga bulan hingga Juni dibandingkan dengan kuartal sebelumnya.

Angka ini sesuai dengan ekspektasi median melalui lansiran Bloomberg News lebih tinggi dari revisi kenaikan 0,3% yang terjadi pada periode Januari-Maret.

Baca Juga: Malaysia dan Singapura Rancang Zona Ekonomi Khusus Lintas Batas

Jika dibandingkan dengan tahun lalu, ekonomi naik 2,9%, melebihi perkiraan survei yang menunjukkan kenaikan 2,7%. Angka-angka MTI sebagian besar dihitung dari data dalam dua bulan pertama kuartal kedua.

Sektor manufaktur berhenti mengalami kontraksi selama dua kuartal sebelumnya, menunjukkan perbaikan yang signifikan. Sektor konstruksi juga tumbuh pada periode April-Juni, didukung oleh peningkatan proyek-proyek sektor publik.

Meskipun data terbaru menempatkan negara ini di jalur yang tepat untuk mencapai target pertumbuhan PDB 1%-3% pada tahun 2024, masih banyak yang bergantung pada pemulihan perdagangan global yang berkelanjutan mengingat ketegangan geopolitik yang sedang berlangsung.

Meredanya tekanan harga juga memberikan kelegaan, menunjukkan bahwa kondisi keuangan tidak perlu diperketat lebih lanjut saat Otoritas Moneter Singapura membuat keputusan kebijakan akhir bulan ini.

Ekspor, dalam ekonomi yang bergantung pada perdagangan ini, masih lesu dengan kontraksi dalam empat dari lima bulan terakhir hingga Mei. Ekspor diperkirakan akan meningkat sebesar 1,4% pada Juni. Pertumbuhan nol di industri jasa perlu diwaspadai karena sektor akomodasi, makanan, dan real estat mengalami penurunan sebesar 0,5%.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.