Berhati-hati Naikkan Harga BBM, Malaysia Tahan Suku Bunga Acuan

AKURAT.CO Bank Sentral Malaysia kembali pertahankan suku bunga acuannya sebagai bagian sebuah upaya untuk memberi ruang pertimbangan dampak potensial dari kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).
Di mana keputusan tersebut merupakan respons dari rencana pemerintah untuk mengurangi subsidi BBM secara menyeluruh. Seperti yang dilansir Bloomberg, bank Negara Malaysia (BNM) mempertahankan suku bunga kebijakan di angka 3%, sesuai dengan perkiraan semua ekonom dalam survei Bloomberg. Bahkan BNM dikabarkan sudah mempertahankan suku bunga ini sejak Mei 2023 yang sebelumnya menaikkan suku bunga sebesar 125 basis poin dalam periode satu tahun.
Usut punya usut keputusan tersebut pada akhirnya memberi BNM ruang untuk bertindak jika reformasi subsidi memicu tekanan harga. Meskipun inflasi tetap terkendali, situasi bisa berubah setelah Malaysia mengizinkan harga solar naik 56% bulan lalu, sebagai bagian dari peralihan menuju bantuan yang lebih terarah.
Tak hanya itu saja, pemerintah Malaysia juga berencana melakukan hal yang sama untuk bensin RON95, bahan bakar yang paling banyak digunakan di negara tersebut, untuk mencapai target Perdana Menteri Anwar Ibrahim dalam mempersempit defisit anggaran di bawah 5% dari produk domestik bruto (PDB).
"Seperti yang diperkirakan, inflasi akan cenderung lebih tinggi pada paruh kedua tahun 2024, di tengah rasionalisasi subsidi solar baru-baru ini," tulis pernyataan BNM.
Baca Juga: Malaysia dan Singapura Rancang Zona Ekonomi Khusus Lintas Batas
Meskipun dampaknya dapat dikelola, risiko kenaikan akan tergantung pada efek limpahan dari langkah-langkah kebijakan domestik lebih lanjut mengenai subsidi dan kontrol harga terhadap tren harga yang lebih luas.
Meski BNM mempertahankan perkiraan kisaran tahunan inflasi utama di 2%-3,5% untuk tahun 2024. Inflasi Juni, yang akan mencerminkan dampak harga solar yang lebih tinggi, baru akan tersedia akhir bulan ini.
"Indikator terbaru menunjukkan adanya pertumbuhan yang berkelanjutan dalam aktivitas ekonomi pada kuartal kedua tahun 2024, didorong oleh pengeluaran domestik yang tangguh dan kinerja ekspor yang lebih baik," tulis pernyataan BNM kembali.
Dimana ekspor diperkirakan akan mendapat manfaat dari siklus teknologi global yang sedang naik, dan BNM juga memperkirakan pariwisata yang lebih kuat.
BNM melihat lebih dari sekadar kebijakan moneter untuk mendukung ringgit. Mata uang tersebut telah stabil dari level terendah 26 tahun yang dicapai pada Februari dan merupakan salah satu dari sedikit mata uang di Asia yang tidak melemah pada kuartal lalu.
Dalam jangka menengah, reformasi akan memberikan dukungan yang lebih tahan lama untuk mata uang tersebut, kata BNM.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai








