AKURAT.CO Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un menegaskan bahwasanya perekonomian negaranya sedang membaik, sembari mengklaim berhasil melakukan uji coba rudal balistik taktis baru yang bisa dikirim ke Rusia sebagai imbalan bantuan bagi rezim Kim.
Melansid dari kantor berita resmi KCNA, melaporkan bahwa dalam pertemuan besar Partai Pekerja Korea Utara, Kim menegaskan bahwa negaranya saat ini sedang dalam kondisi potensi politik yang sangat kuat serta pertumbuhan ekonomi yang semakin kuat.
Hal tersebut ditandai pasca, pertemuan selama empat hari di Pyongyang, ditutup sehari lebih cepat sementara Korea Utara menembakkan dua rudal balistik yang merupakan uji coba kedua senjata jenis itu dalam waktu kurang dari seminggu.
"Kita bisa merasakan pembalikan jelas dalam perekonomian di paruh pertama tahun ini dibandingkan periode yang sama tahun lalu," kata Kim seperti dikutip oleh KCNA, Rabu (3/7/2024).
Kim menjabarkan bahwa sektor industri penting seperti metal, kimia dan tenaga listrik, berhasil mencapai target bulanan tanpa ada gangguan besar dan negara itu akan memiliki 20 basis produksi baru pada akhir tahun ini. Namun, Kim Jong Un tidak menjelaskan konteks dan besaran sektor-sektor tersebut.
Baca Juga: Korut Dibayangi Sanksi Barat, Putin Bertolak ke Pyongyang
Ekonomi Korea Utara, menurut perkiraan bank sentral Korea Selatan bernilai sekitar USD24,5 miliar pada 2022, turun akibat sanksi global karena Pyongyang terus melanjutkan upaya membuat senjata nuklir.
Selain itu, ekonomi melesu karena keputusan Kim menutup perbatasan di awal pandemi Covid yang menghentikan sektor perdagangan negara itu yang memang bernilai kecil.
Namun, setelah Rusia menginvasi Ukraina lebih dari dua tahun lalu, Amerika Serikat dan beberapa sekutunya menuduh Kim mengirim jutaan peluru dan sejumlah rudal balistik untuk membantu Presiden Vladimir Putin.
Seoul dan Washington mengatakan sebagai imbalan, Putin memberi komoditas dan pangan kepada Kim agar ekonomi Korea Utara stabil dan juga kemungkinan transfer teknologi untuk meningkatkan ancaman militernya di wilayah.
Bantuan ini bisa menjadi pemicu kebangkitan ekonomi terbesar sejak Kim Jong Un berkuasa di Korea Utara 12 tahun lalu. Media pemerintah Korea Utara mengatakan bahwa peluncuran rudal pada Senin lalu meliputi satu rudal balistik taktis yang bisa membawa hulu ledak kelas besar seberat 4,5 ton.
Militer Korea Selatan mengatakan salah satu rudal itu kemungkinan mengalami masalah ketika di udara karena tiba-tiba hilang dari radar setelah terbang sepanjang 120 km.
"Rudal kedua memperlihatkan penerbangan tak normal tampaknya mendarat di lokasi tak berpenduduk. Uji coba di daratan sangat jarang, jadi jika disebut sukses kemungkinan besar itu adalah bohong," kata Lee Sung jun, jubir panglima militer Korea Selatan, dalam jumpa pers rutin di Seoul, Selasa (2/7/2024).
Korea Utara beberapa kali membuat klaim yang diragukan terkait uji coba senjata buatannya. Hulu ledak itu ditembakkan dari rudal Hwasong-11, rudal balistik jarak pendek yang menurut Ukraina dan Washington dipasok ke tentara Rusia.
Pyongyang dan Moskow membantah tuduhan pengiriman senjata itu meski ada bukti yang menyatakan hal itu terjadi. Kim melakukan sejumlah uji coba senjata berupa rudal balistik jarak pendek sejak pulang dari Rusia pada September lalu.
Menteri Pertahanan Korea Selatan Shin Wonsik mengatakan uji coba itu bisa jadi merupakan aksi pamer agar pemimpin Rusia itu membelinya.
Bulan lalu, untuk kali pertama dalam 24 tahun Putin berkunjung ke Korea Utara dan Kim menyatakan dukungan penuh pada aksi militer Rusia di Ukraina. Kedua pemimpin juga menandatangani kesepakatan untuk saling membantu jika salah satu dari mereka diserang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 7Zelensky: Jika Trump dan Putin Menginginkan Pemilu di Ukraina, Syaratnya Gencatan Senjata 60 Hari
- 8Harimau Siberia Tewaskan Pengunjung di Inggris, Berakhir Disuntik Mati?
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini








