AKURAT.CO Menteri Keuangan, Sri Mulyani, meminta persetujuan Komisi XI DPR untuk Penyertaan Modal Negara (PMN) dari Cadangan Pembiayaan Investasi dalam APBN 2024 untuk lima BUMN dengan total sebesar Rp6,1 triliun
Kelima BUMN yang diusulkan untuk menerima PMN adalah PT KAI (Persero), PT INKA (Persero), PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau Pelni, PT Hutama Karya (Persero), dan Badan Bank Tanah.
Sri Mulyani menjelaskan bahwa total Cadangan Pembiayaan Investasi dalam APBN 2024 mencapai Rp13,67 triliun, yang dialokasikan untuk berbagai klaster investasi sesuai dengan Perpres 76 Tahun 2023.
Baca Juga: BUMN Diminta Kelola PMN Dengan Efektif
"Kami mengusulkan penggunaannya sebesar Rp6,1 triliun, dengan rincian PT KAI menerima Rp2 triliun, PT INKA Rp965 miliar, PT Pelayaran Nasional Indonesia Rp500 miliar, PT Hutama Karya Rp1 triliun, dan Badan Bank Tanah Rp1 triliun," jelasnya saat Rapat Kerja Komisi XI DPR di Jakarta, Senin (1/7/2024).
Selain untuk PMN, Sri Mulyani juga mengajukan alokasi Rp635 miliar dari Cadangan Pembiayaan Investasi untuk kewajiban penjaminan BUMN.
"Ada untuk pembiayaan investasi cadangan pembiayaan ini kami melakukan alokasi kewajiban penjaminan, ini karena pemerintah sering memberikan penjaminan dalam hal ini kita menyediakan atau mencadangkan dana untuk penjaminan kalau sampai terjadi kewajiban itu ter-call, ini Rp635 miliar," sambungnya.
Kemudian menurut Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kemenkeu Rionald Silaban lantas merinci uang negara sebanyak Rp6,1 triliun itu akan digunakan untuk berbagai kepentingan.
Pertama, PT KAI bakal memakai suntikan duit negara Rp2 triliun untuk pemenuhan belanja modal. Ini bakal dipakai untuk pengadaan trainset dan retrofit KRL.
Kedua, Rio menyebut Hutama Karya memerlukan Rp1 triliun untuk menyelesaikan pembangunan Jalan Tol Trans Sumatra Tahap II Ruas Palembang-Betung. Ketiga, Badan Bank Tanah akan menggunakan Rp1 triliun untuk pemenuhan modal, sesuai amanat pasal 43 ayat 1 Peraturan Pemerintah Nomor 64 Tahun 2021.
"(Keempat), PMN pada INKA sebesar Rp965 miliar akan digunakan untuk pembangunan line dua di pabrik Banyuwangi yang memproduksi kereta berbahan stainless steel," jelas Rio.
Kelima, PT Pelni memerlukan PMN sebesar Rp500 miliar untuk tambahan modal belanja bagi pembelian satu unit kapal baru dalam rangka peremajaan armada Pelni.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 10Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu










