Mengenal Ladies Squad Marine Customs, Garda Depan Patroli Laut Bea Cukai Batam

AKURAT.CO Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) telah lama dikenal sebagai instansi di bawah Kementerian Keuangan yang bertugas melindungi masyarakat dari masuknya barang-barang berbahaya.
Salah satu inovasi yang menarik perhatian adalah pembentukan Ladies Squad Marine Customs, sebuah kelompok patroli laut yang seluruh anggotanya adalah wanita. Kelompok ini bertugas di Kantor Wilayah Khusus Kepulauan Riau, sebuah area dengan tantangan perairan yang kompleks.
Menurut salah satu anggota Ladies Squad, Ema Susanti, banyak pengalaman seru selama tugas patroli yang ia jalani. Ema, yang bergabung dengan DJBC sejak 2004, berbagi kisah tentang proses penindakan di lapangan.
Baca Juga: Begini Cara Bea Cukai Batam Optimalkan Patroli Laut
“Pada saat kita melakukan penindakan, kan modus-modus penyelundupan, pekerjaan itu gak selalu di siang hari. Kadang kan di hari, pada saat kita ada target, kadang kan anak-anak yang ditinggal di rumah, keluarga yang ditinggal, kita tetap harus di sini, siap-siaga,” ujarnya di Kantor Beacukai Batam, pada Kamis (27/6/2024).
DJBC telah menetapkan standar operasional prosedur (SOP) yang ketat dalam setiap kegiatan patroli, termasuk penggunaan senjata api.
“Kalau di kita kan memang kan ada Perkap Polri, tapi untuk Kementerian Keuangan itu ada PMK sendiri. PMK dari bu menteri, PMK 113. Jadi setiap kali yang mau berangkat patroli, kan perlu dibekali senjata api. Salah satunya harus yang memiliki kartu izin senjata,” jelas Ema.
Selain SOP yang ketat, Ladies Squad juga menghadapi tantangan dalam teknik negosiasi dan menjaga keselamatan kru kapal.
“Pada saat penegahan, kadang pada saat kita melakukan penegahan, kan gak semua nurut. Itu teknik negosiasi kita. Terus teknik menjaga kru kapal, salah satu yang paling penting itu menjaga kru kapal kita tetap aman,” tambahnya.
Tidak hanya itu, Ladies Squad juga harus mematuhi regulasi yang berlaku dalam hal pemeriksaan. "Kita gak ada dibedakan antara saat gas pria sama saat gas wanita. Tidak ada dibedakan, cuma kita lebih fokus pada saat pemeriksaan,” kata Ema.
Dalam hal ini, pemeriksaan badan dilakukan sesuai dengan ketentuan hak asasi manusia (HAM), di mana pemeriksaan terhadap wanita harus dilakukan oleh petugas wanita.
Salah satu tantangan terbesar adalah menghadapi modus penyelundupan yang semakin canggih, termasuk yang melibatkan perempuan. "Modusnya ada yang pakai perempuan? Ada. Yang narkotika biasanya menggunakan perempuan,” ungkap Ema.
Keberadaan Ladies Squad Marine Customs menjadi bukti nyata bahwa DJBC berkomitmen untuk mengikutsertakan wanita dalam berbagai agenda patroli laut, meski rata-rata pegawai wanita tidak memiliki latar belakang pendidikan di bidang pelaksanaan patroli atau di kapal.
Pada tahap awal, pegawai wanita diikutkan di kapal untuk belajar bagaimana patroli di laut, membaca peta, melihat arus pasang surut, dan menggunakan radar dengan tetap mewaspadai risiko-risiko yang mungkin timbul.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 2Contoh Teks Pidato Hari Santri 2026 Singkat dan Lucu, Mudah Dihafal!
- 3Prediksi Skor Lille vs Galatasaray: Duel Sengit Demi Poin Perdana Liga Champions
- 4Prediksi Skor Aston Villa vs Viking 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan Menang
- 5Prediksi Skor Sporting CP vs LASK Linz 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 6Prediksi Skor Bali United vs Garudayaksa 21 Oktober 2026: Serdadu Tridatu Diunggulkan?
- 7Siapa Aktivis Greenpeace yang Viral di Bundaran HI? Ini Profil dan Pesan Aksinya
- 8Prediksi Skor Bayern vs Arsenal 22 Oktober 2026: Duel Produktivitas dan Pertahanan
- 9Enam Perusahaan Kena Sanksi Karhutla, Total Sudah 32
- 10Prabowo Usut Tuntas Karhutla: Kali Ini Tidak Bisa Ditindak Biasa-biasa Saja








