Ada SiLPA Rp200 T, Pemerintah Jarang Tarik Utang Lewat SBN

AKURAT.CO Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengumumkan bahwa pemerintah saat ini minim menarik utang melalui penerbitan surat berharga negara (SBN) atau pinjaman pada tahun ini.
Penyebabnya, untuk membiayai kebutuhan belanja negara dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2024, pemerintah lebih memilih memanfaatkan sisa lebih pembiayaan anggaran (SiLPA) 2023 yang mencapai sekitar Rp200 triliun.
"Kenapa kita saat tekanan ini bisa kurangi penerbitan SBN? Karena kita punya SiLPA tahun sebelumnya. Tahun ini kita narik Rp 200 triliun SiLPA untuk pembiayaan," jelas Sri Mulyani pada Senin (24/6/2024).
Secara rinci, pemanfaatan SiLPA sebesar Rp200 triliun tersebut terdiri dari Rp62,8 triliun yang digunakan khusus untuk Mei 2024, dan sisanya merupakan penarikan hingga April 2024 sebesar Rp146,6 triliun. Sebagai perbandingan, pada Mei 2023, SiLPA tercatat sebesar Rp422,7 triliun.
Baca Juga: Silpa Capai Rp254,19 Triliun, Wamenkeu: Posisi Kas Pemerintah Sangat Aman
Selain itu, total pembiayaan anggaran hingga Mei 2024 tercatat sebesar Rp84,6 triliun, turun 28,7% dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp118,6 triliun. Sementara itu, defisit APBN per Mei 2024 mencapai 0,1% dari Produk Domestik Bruto (PDB) atau senilai Rp21,8 triliun.
Menurut Sri Mulyani, pemanfaatan SiLPA ini sangat penting untuk menjaga kesinambungan fiskal di tengah gejolak pasar keuangan global yang penuh ketidakpastian, seperti tren suku bunga tinggi. Oleh karena itu, pemerintah saat ini lebih condong untuk mengurangi penarikan pinjaman atau utang.
"Kita mengendalikan penarikan pinjaman luar negeri dan dalam negeri, mengurangi penerbitan SBN," tambahnya.
Selanjutnya, ia juga menyoroti kemampuan pemerintah dalam mengelola penerbitan surat utang di tengah tingginya gejolak pasar. Menurutnya, hal ini terlihat dari kenaikan yield SBN 10 tahun Indonesia yang masih relatif rendah dibandingkan dengan negara lain.
"Sehingga SBN kita bisa dijaga volumenya issuencenya, ini yang menyebabkan kenaikan yieldnya kita masih terjaga relatif baik," tegasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 2Contoh Teks Pidato Hari Santri 2026 Singkat dan Lucu, Mudah Dihafal!
- 3Prediksi Skor Lille vs Galatasaray: Duel Sengit Demi Poin Perdana Liga Champions
- 4Prediksi Skor Aston Villa vs Viking 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan Menang
- 5Prediksi Skor Sporting CP vs LASK Linz 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 6Prediksi Skor Bali United vs Garudayaksa 21 Oktober 2026: Serdadu Tridatu Diunggulkan?
- 7Siapa Aktivis Greenpeace yang Viral di Bundaran HI? Ini Profil dan Pesan Aksinya
- 8Prediksi Skor Bayern vs Arsenal 22 Oktober 2026: Duel Produktivitas dan Pertahanan
- 9Enam Perusahaan Kena Sanksi Karhutla, Total Sudah 32
- 10Prabowo Usut Tuntas Karhutla: Kali Ini Tidak Bisa Ditindak Biasa-biasa Saja








