Akurat Logo

Masa Panen, RI Catatkan Deflasi 0,03 Persen di Mei 2024

Silvia Nur Fajri | 3 Juni 2024, 14:19 WIB
Masa Panen, RI Catatkan Deflasi 0,03 Persen di Mei 2024

AKURAT.CO Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat terjadinya deflasi sebesar 0,03% pada Mei 2024. Deflasi ini terjadi karena beberapa faktor, termasuk masa panen yang berlangsung sepanjang Mei dan kebijakan pemerintah terkait Harga Acuan Tertinggi (HAT).

Plt Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, menyampaikan bahwa tren kenaikan harga emas di pasar internasional juga mempengaruhi perkembangan harga di dalam negeri.

"Pada bagian pertama ini saya akan menyampaikan bahwa inflasi pada Mei 2024 mengalami deflasi sebesar 0,03 persen secara bulanan, atau terjadi penurunan indeks harga konsumen dari 106,40 pada April 2024 menjadi 106,37 pada Mei 2024," ungkap Amalia di Kantor BPS, Jakarta, Senin (3/6/2024).

Baca Juga: Inflasi April 2024 Melandai ke 0,25 Persen

Berdasarkan data BPS, harga emas di pasar internasional menunjukkan tren kenaikan. Rata-rata harga emas di Pasar London sepanjang Mei 2024 mencapai USD2.351 per troy ons, naik 0,62% dibandingkan April 2024. Hal ini turut mempengaruhi dinamika harga di dalam negeri.

Selain itu, kebijakan relaksasi atau penyesuaian harga acuan serta harga eceran tertinggi yang diberlakukan oleh Badan Pangan Nasional pada April lalu masih berlaku hingga 31 Mei 2024 untuk beberapa komoditas seperti gula pasir, jagung pipilan kering, telur ayam, dan beras.

Amalia menambahkan bahwa kelompok barang yang mengalami deflasi terbesar adalah makanan, minuman, dan tembakau dengan deflasi sebesar 0,29% dan memberikan andil inflasi sebesar 0,08%. 

"Adapun komoditas penyumbang utama deflasi adalah beras dengan andil deflasi sebesar 0,15 persen, daging ayam ras dan ikan segar dengan andil deflasi masing-masing sebesar 0,03 persen, serta tomat dan cabe rawit dengan andil deflasi masing-masing sebesar 0,02 persen," jelasnya.

Lebih lanjut, Amalia menjelaskan bahwa beberapa komoditas lainnya yang memberikan andil deflasi adalah tarif angkutan antar kota dengan andil deflasi sebesar 0,03%, tarif angkutan udara dengan andil deflasi sebesar 0,02%, serta tarif kereta api dengan andil deflasi sebesar 0,01%. 

"Komoditas lainnya yang juga memberikan andil inflasi antara lain emas perhiasan, bawang merah, dan cabai merah dengan andil inflasi masing-masing sebesar 0,05 persen," tambahnya.

Inflasi bulan ke bulan atau Month-to-Month (MTM) pada Mei 2024 didorong oleh deflasi pada komponen harga diatur pemerintah dan komponen harga bergejolak. 

"Komponen harga diatur pemerintah mengalami deflasi sebesar 0,13% dengan andil deflasi sebesar 0,02%, dimana komoditas yang dominan memberikan andil deflasi adalah tarif angkutan antar kota, tarif angkutan udara, dan tarif kereta api," ungkap Amalia.

Komponen harga bergejolak juga mengalami deflasi sebesar 0,69% dengan andil deflasi sebesar 0,12%. "Komponen yang dominan memberikan andil deflasi adalah beras, daging ayam ras, tomat, dan juga cabe rawit," ujar Amalia. 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.