AKURAT.CO Italia akan melanjutkan pendanaan untuk Lembaga Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina atau UNRWA sebagai bagian dari paket bantuan sebesar EUR35 juta atau sekitar USD38 juta.
Di mana komitmen tersebut disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Italia Antonio Tajani saat pertemuan di Roma dengan Perdana Menteri Palestina Mohammad Mustafa.
Dilansir dari Reuters, Tajani menyampaikan bahwa sebanyak EUR5 juta akan digunakan untuk proyek-proyek UNRWA dan sisanya ditujukan untuk bantuan kepada rakyat Palestina.
Baca Juga: Daftar Lengkap Negara Eropa yang Sudah Mengakui Palestina
Seperti yang diketahui, Italia merupakan salah satu dari sejumlah negara yang memblokir bantuan untuk UNRWA menyusul tuduhan Israel. Beberapa staf badan tersebut disebut terlibat dalam serangan Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober yang memicu perang Gaza.
"Italia telah memutuskan untuk melanjutkan pembiayaan proyek-proyek khusus yang ditujukan untuk membantu pengungsi Palestina tetapi hanya setelah pemeriksaan ketat yang menjamin bahwa tidak satu sen pun berisiko mendukung terorisme," kata Tajani Senin (27/5/2024).
Seperti yang diketahui, Italia merupakan salah satu dari sejumlah negara yang memblokir bantuan untuk UNRWA menyusul tuduhan Israel. Beberapa staf badan tersebut disebut terlibat dalam serangan Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober yang memicu perang Gaza.
"Italia telah memutuskan untuk melanjutkan pembiayaan proyek-proyek khusus yang ditujukan untuk membantu pengungsi Palestina tetapi hanya setelah pemeriksaan ketat yang menjamin bahwa tidak satu sen pun berisiko mendukung terorisme," kata Tajani Senin (27/5/2024).
Dikabarkan UNRWA mempekerjakan 13.000 orang di Gaza, mengelola sekolah-sekolah di daerah konflik, klinik kesehatan primer dan layanan sosial lainnya, serta mendistribusikan bantuan kemanusiaan. Dalam beberapa minggu terakhir, beberapa negara telah kembali mendanai badan tersebut.
Bahkan beberapa waktu lalu Jerman meyampaikan bahwa mereka akan melanjutkan kerja sama dengan UNRWA menyusul laporan yang dipimpin oleh mantan menteri luar negeri Prancis Catherine Colonna mengenai prosedur UNRWA untuk memastikan kepatuhan terhadap prinsip-prinsip netralitas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 3Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 4Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 7Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 8Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 9KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini
- 10Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi










