Menkeu Paparkan Asumsi Makro 2025 di Paripurna, Pertumbuhan Ekonomi Dipatok 5,1-5,5 Persen

AKURAT.CO Menteri Keuangan Sri Mulyani menyerahkan kebijakan ekonomi makro dan pokok-pokok kebijakan fiskal (KEM PPKF) untuk tahun anggaran 2025 dalam rapat paripurna DPR, sesuai dengan undang-undang keuangan negara.
Menkeu menekankan pentingnya kebijakan fiskal sebagai bagian integral dari kebijakan makro, yang menjadi modal pembangunan nasional
"KEM PPKF adalah transisi di mana pemerintah saat ini dan DPR hari ini akan membahas untuk dilaksanakan bagi pemerintah dan DPR yang akan datang dalam situasi transmisi kami terus komunikasi sehingga semua hal-hal yang penting tetap bisa diwadahi dalam KEM PPKM," katanya di Jakarta, Senin (20/52024).
Selain itu, ia juga mencermati tantangan struktural, jangka panjang, menengah, dan jangka pendek yang dihadapi Indonesia.
Baca Juga: Menkeu Sebut Harga Komoditas Global Berdampak Langsung ke Ekonomi RI
"KEM PPKF APBN harus terus mampu merespon gejolak jangka pendek namun tetap menjaga agar konsisten dalam jangka menengah panjang," ujarnya.
Selanjutnya, Sri Mulyani juga memaparkan postur makro fiskal untuk tahun 2025, dengan pendapatan negara yang diperkirakan berkisar antara 12,14% hingga 12,36% dari PDB, belanja negara antara 14,59% hingga 15,8% dari PDB, dan defisit anggaran 2,45% hingga 2,82% dari PDB.
"Pembiayaan dijaga pruden, inovatif, dan sistemik terutama dalam situasi 'higher for longer'," katanya.
Lebih lanjut, ia juga mengumumkan alokasi dana untuk sejumlah sektor kunci, termasuk kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur. Selain itu, ia juga memberikan proyeksi makroekonomi untuk tahun depan.
Menurutnya, asumsi makro untuk tahun 2025 menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang stabil, dengan kisaran antara 5,1 hingga 5,5%. Selain itu, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan berada di kisaran Rp15.300 hingga Rp16.000, sementara tingkat inflasi diproyeksikan berkisar antara 1,5 hingga 3,5%. Selanjutnya, harga minyak mentah diperkirakan berada di kisaran USD75 hingga USD85 per barel.
Menkeu menegaskan KEM PPKF 2025 mengusung tema akselerasi pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan, dengan harapan menjaga kesinambungan konsistensi agenda pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2025.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 7Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Usut Korupsi BNPB, KPK Endus Keterlibatan Perusahaan Keluarga dan Orang Kepercayaan Suharyanto
- 10BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T









