Di Depan Komunitas Bisnis Inggris, Menko Airlangga Paparkan Transisi Ekonomi Pasca Pemilu

AKURAT.CO Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menguraikan upaya pemerintah Indonesia untuk transisi atau menjaga keberlanjutan program ekonomi pasca pemilu.
Hal tersebut disampaikannya dalam diskusi dengan komunitas bisnis Inggris di Asia House yang dihadiri oleh para pemimpin bisnis dan pengambil kebijakan.
Menko Airlangga juga menyoroti tantangan dan prospek ekonomi Indonesia. "Indonesia telah menggelar pemilu dengan sukses, menunjukkan komitmen kuat kami terhadap demokrasi," kata Menko Airlangga, dikutip Selasa (30/4/2024).
Dalam konteks ini, ia juga menyoroti pertumbuhan ekonomi yang konsisten, mencatat pertumbuhan sekitar 5% selama delapan kuartal terakhir.
Pada kesempatan tersebut, Menko Airlangga juga menekankan tingginya kepercayaan dunia usaha global terhadap Indonesia, yang tercermin dalam peringkat investasi yang baik dari lembaga pemeringkat ternama seperti Moody’s, Fitch, dan JCR.
Baca Juga: Hadiri WEF Special Meeting, Menko Airlangga Dorong Penguatan Tenaga Kerja
Dengan cadangan devisa yang kuat dan neraca perdagangan yang mencatat surplus, Indonesia terus menarik minat investor global.
Diskusi juga mencakup upaya Indonesia untuk bergabung dengan Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD), yang dianggap sebagai langkah penting dalam meningkatkan kerja sama ekonomi dan peningkatan pendapatan per kapita.
Selanjutnya, Menko Airlangga menegaskan bahwa keanggotaan Indonesia di OECD akan membawa manfaat besar bagi berbagai sektor, termasuk investasi dan pengembangan SDM.
Selain itu, Menko Airlangga menyoroti komitmen Indonesia terhadap keberlanjutan lingkungan hidup. Serta, ia menegaskan bahwa langkah-langkah seperti EUDR dapat merugikan sektor perkebunan dan kehutanan Indonesia.
"Kami berada di garis depan dalam menyuarakan keprihatinan serius terhadap Peraturan Bebas Deforestasi UE (EUDR)," imbuhnya.
Tentang hasil pemilu, Menko Airlangga menegaskan bahwa pemerintah akan terus fokus pada keberlanjutan kebijakan ekonomi dan stabilitas politik. Upaya akan difokuskan pada penguatan sektor manufaktur, investasi dalam infrastruktur, dan pengembangan kawasan ekonomi khusus.
Acara ini memberikan kesempatan bagi para pemimpin bisnis untuk mendapatkan pemahaman yang lebih dalam tentang kondisi ekonomi dan politik di Indonesia, serta peluang-peluang bisnis yang tersedia di negara tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









