Akurat Logo

APBN Surplus Rp8,1 T per Kuartal I-2024

Silvia Nur Fajri | 26 April 2024, 15:45 WIB
APBN Surplus Rp8,1 T per Kuartal I-2024

AKURAT.CO Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengumumkan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2024 mencatat surplus sebesar Rp8,1 triliun hingga Maret 2024. 

Surplus tersebut didapat dari pendapatan negara sebesar Rp620,01 triliun yang melampaui belanja negara sebesar Rp611,9 triliun.

"Posisi APBN kita masih surplus Rp8,1 triliun atau 0,04 persen terhadap produk domestik bruto (PDB)," kata Sri Mulyani dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (26/4/2024).

Baca Juga: Terlalu Bergantung ke Pajak, Ekonom Sarankan Diversifikasi Sumber Pendapatan APBN 2024

Penerimaan negara telah mencapai Rp620,01 triliun atau 22,1% dari target sebesar Rp2.802,3 triliun, sedangkan belanja negara sebesar Rp611,9 triliun atau 18,4% dari pagu anggaran.

"Kalau penerimaan negara mengumpulkan 22 persen dari target, belanja negara 18,4 persen dalam satu kuartal," jelas Sri Mulyani. 

Kinerja belanja negara tumbuh sebesar 18% secara tahunan, dipengaruhi oleh faktor seperti pelaksanaan pemilu.

Meski kinerja APBN tergolong baik, Sri Mulyani tetap waspada terhadap perubahan geopolitik dan ekonomi global.

"Kita tetap waspada. Karena masuk kuartal II-2024 ada banyak perubahan geopolitik dan ekonomi global yang akan berimbas pada perekonomian seluruh dunia," ujarnya.

Sebelumnya, menurut Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Esther Sri Astuti, APBN sebaiknya difokuskan pada belanja produktif untuk meminimalkan dampak konflik geopolitik. 

"Lebih baik diarahkan ke belanja produktif yang bisa menghasilkan pendapatan dari sektor bisnis dan berdampak jangka panjang," kata Esther.

Ia juga menyoroti perlunya penguatan fundamental ekonomi nasional, dengan meningkatkan ekspor dari komoditas non-migas serta menaikkan devisa negara dari sektor alternatif seperti pariwisata.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.