Akurat Logo

Ini Sebab Konflik Iran-Israel Bisa Kerek Anggaran Subsidi Energi

M. Rahman | 17 April 2024, 16:14 WIB
Ini Sebab Konflik Iran-Israel Bisa Kerek Anggaran Subsidi Energi

AKURAT.CO Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memproyeksikan adanya potensi bengkaknya subsidi dan kompensasi Bahan Bakar Minyak (BBM) serta LPG 3 kg akibat adanya konflik Iran-Israel.

Direktur Jendral Migas Kementerian ESDM, Tutuka Ariadji mengatakan jika disimulasikan yang disusun Kementerian ESDM dan PT Pertamina (Persero), apabila harga Indonesia Crude Price (ICP) di level USD100 per barel dengan kurs Rp15.900 maka anggaran subsidi dan kompensasi BBM serta LPG 3 Kg bakal membludak dari pagu yang disiapkan dalam APBN tahun ini.

"Jadi kalau harga minyak memang kemungkinan dugaan kami akan ada tekanan untuk naik dan tekanan ini diwujudkan dalam premium risk. Memang untuk naik ke USD100 bisa terjadi," kata Tutuka dalam webinar Dampak Konflik Iran-Israel ke Ekonomi RI, dikutip Rabu (17/4/2024).

Baca Juga: Konflik Iran-Israel, Begini Antisipasi OJK

Tutuka merinci, jika ICP menyentuh USD100 per barel maka subsidi dan kompensasi BBM akan meningkat menjadi Rp249,86 triliun dari asumsi APBN 2024 yang hanya di angka Rp160,91 triliun. Sementara itu untuk subsidi LPG juga diramal membengkak menjadi Rp106,28 triliun dari awalnya Rp83,27 triliun.

Saat ini saja menurut Tutuka, harga Indonesia Oil Price (ICP) per 12 April 2024 sudah menyentuh USD89,51 per barel, sementara rata-rata selama Januari hingga April berada di level USD82,55 per barel. Bukan tidak mungkin harga minyak akan menembus level USD100 per barel.

Namun kepastian kenaikan harga minyak ini masih menunggu dinamika geopolitik dunia, khususnya apakah Israel dan sekutunya Amerika Serikat akan meluncurkan serangan balasan ke pihak Iran. Sejauh ini Tutuka masih optimis dampak kenaikan harga minyak hanya akan terjadi dalam jangka waktu yang cenderung pendek.

Di sisi lain, pihaknya juga yakin negara-negara penghasil minyak yang tergabung dalam kongsi OPEC juga kemungkinan pasti akan menahan harga. Negara-negara OPEC menurutnya akan berupaya menahan harga minyak supaya tidak menyentuh USD100 per barel, angka normalnya dia bilang di kisaran USD70-80 per barel.

Dirjen Migas ini menjamin, saat ini harga BBM di Indonesia tidak mengalami kenaikan bahkan hingga Juni 2024 mendatang. Hal ini dilakukan agar masyarakat dapat menjaga daya beli.

Sebelumnya, ketegangan antara Iran dan Israel mencapai puncaknya setelah Iran menyerang Israel sebagai tanggapan terhadap serangan Israel terhadap kantor kedutaan besar Iran di Damaskus.

Meskipun hingga saat ini Israel belum memberikan balasan langsung atas serangan tersebut, kemungkinan besar bahwa jika Israel memilih untuk membalas, hal itu dapat memicu eskalasi konflik yang lebih luas dan bahkan membawa dunia ke dalam krisis ekonomi dan keamanan yang serius.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
M. Rahman
Yosi Winosa