Gabung OECD, Menko Airlangga Sebut RI Siap Bersaing di Kancah Ekonomi Global
Silvia Nur Fajri | 29 Februari 2024, 13:28 WIB

AKURAT.CO Menteri Perekonomian (Menko) RI Airlangga Hartarto menguraikan strategi pertumbuhan ekonomi Indonesia usai bergabung dengan OECD secara penuh nanti.
Menko Airlangga menekankan pentingnya langkah-langkah untuk meningkatkan apresiasi terhadap Indonesia di mata investor. Salah satu tujuan utamanya adalah memenangkan investasi di kancah ekonomi global.
"Indonesia sudah siap dalam melakukan rapat karena Indonesia sendiri melakukan pivot struktural melalui pemilu," ungkap Airlangga Hartarto di sela Diskusi Aksesi Indonesia Bersama Kepala Perwakilan Negara Anggota Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD), di The Langham Jakarta, Rabu malam (28/2/2024).
Baca Juga: Keanggotaan RI di OECD Jadi Solusi Atasi Middle Income Trap, Ekonom: Perlu Disiapkan dengan Matang
Selanjutnya, ia juga menggarisbawahi urgensi memperbesar porsi investasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi atau PDB yang berkelanjutan. Selama ini pertumbuhan ekonomi selalu ditopang konsumsi RT, belanja pemerintah, konsumsi LNPRT, investasi dan net ekspor.
"Seperti untuk tahun 2025 anggaran (kontribusi belanja pemerintah) terhadap PDB sekitar 15%, sehingga 85% ekonomi kita tidak tergantung pada APBN. Fungsi investasi sangat besar. Ke depan, diperlukan sekitar Rp1.750 triliun," tambahnya.
Selain itu, ia juga membahas isu perdagangan internasional, mencatat pencapaian Indonesia dalam menandatangani perjanjian dengan Eropa dan berada dalam pembicaraan untuk perjanjian serupa dengan Korea, Australia, dan negara-negara anggota ASEAN.
Dalam konteks ini, Airlangga menyoroti pentingnya ekonomi hijau, prinsip fair play, rantai pasokan, dan perdagangan yang adil sebagai fokus pembicaraan. "Standar best practice sudah diimplementasikan, tapi tetap mempunyai kedaulatan regulasi masing-masing negara," tambahnya.
Di lain sisi, Airlangga menegaskan komitmen Indonesia dalam menjalankan strategi pertumbuhan ekonomi tang inklusif dan berkelanjutan, sambil memastikan kedaulatan regulasi nasional tetap terjaga.
Diketahui, hingga saat ini OECD sendiri memiliki 38 negara anggota yang mencerminkan sekitar 60% nilai PDB dan perdagangan global.
Indonesia yang menargetkan keanggotaan penuh dalam 3 tahun ke depan melengkapi 6 negara kandidat aksesi OECD lainnya yakni Argentina, Brazil, Bulgaria, Kroasia, Peru, dan Romania dan berpotensi menjadi negara ke-3 yang berasal dari Asia, setelah Jepang dan Korea, serta negara pertama di Asia Tenggara.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 7Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 8Zelensky: Jika Trump dan Putin Menginginkan Pemilu di Ukraina, Syaratnya Gencatan Senjata 60 Hari
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini







