Akurat Logo

Rupiah Merosot 39 Poin Di Tengah Aksi Ambil Untung Aset Safe Haven

M. Rahman | 16 Oktober 2023, 15:15 WIB
Rupiah Merosot 39 Poin Di Tengah Aksi Ambil Untung Aset Safe Haven

AKURAT.CO Rupiah ditutup melemah 39 poin ke level Rp15.721 pada perdagangan Senin, 16 Oktober 2023 usai aksi ambil untung aset safe haven.

Pengamat Pasar Uang dan Direktur PT Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi mengatakan rupiah ditekan sentimen eksternal dan internal. Dari eksternal, terjadi aksi ambil untung.Namun lonjakan permintaan terhadap aset-aset safe haven, setelah perang Israel-Hamas, membuat greenback tetap mendekati level tertingginya dalam 10 bulan.

Israel akan melancarkan serangan darat di Jalur Gaza, sebuah langkah yang dapat menandai peningkatan konflik, dan berpotensi menarik lebih banyak negara Timur Tengah. Namun para pejabat AS mengatakan bahwa skenario seperti itu tampaknya tidak mungkin terjadi. Shekel Israel stabil pada hari Senin, setelah mencatat penurunan hampir 4% terhadap dolar selama dua minggu terakhir.

"Dolar juga terdorong oleh ekspektasi kenaikan suku bunga AS, karena data terbaru menunjukkan inflasi konsumen dan sentimen tetap kuat. Fokus minggu ini juga tertuju pada serangkaian pembicara Federal Reserve, serta data ekonomi AS lainnya. Suku bunga AS kemungkinan akan tetap lebih tinggi dalam jangka waktu yang lebih lama, sehingga memberikan tekanan pada pasar Asia karena kesenjangan antara imbal hasil yang berisiko dan yang berisiko rendah semakin menyempit," kata Ibrahim dikutip Senin (16/10/2023).

Baca Juga: Rupiah Menguat 17 Poin Di Akhir Pekan Karena Sentimen Ini...

Ditambahkan, serangkaian indikator ekonomi utama tiongkok akan dirilis, data produk domestik bruto kuartal ketiga akan dirilis akhir pekan ini. Angka tersebut diperkirakan akan menunjukkan berlanjutnya pelemahan pertumbuhan ekonomi China, karena aktivitas bisnis tetap lemah meskipun langkah-langkah anti-Covid telah dicabut pada awal tahun. 

Bank Rakyat China (PBOC) sementara itu juga akan memutuskan suku bunga pinjaman utama pada minggu ini, meskipun perubahan tampaknya tidak mungkin terjadi setelah PBOC mempertahankan suku bunga pinjaman jangka menengah tidak berubah.

Sentimen Internal Rupiah

Dari internal, Bank Indonesia (BI) mengungkapkan kinerja lapangan usaha industri pengelolaan pada kuartal III-2023 meningkat. Bahkan, BI mengungkapkan kinerja tersebut berada pada fase ekspansi. Hal tersebut tecermin dari PMI-BI kuartal III-2023 sebesar 52,93% yang lebih tinggi dari 52,39% pada kuartal sebelumnya.

Peningkatan tersebut terjadi pada beberapa komponen pembentuk PMI-BI terutama volume produksi dan volume persediaan barang jadi. Sementara volume total pesanan juga tetap berada dalam fase ekspansi, ini membuktikan bahwa masalah geopolitik yang terjadin saat ini kecil berdampak terhadap kinerja lapangan usaha, industry dan pengelolaan.

Berdasarkan sub lapangan usaha, peningkatan terjadi pada mayoritas sub lapangan usaha. Sedangkan indeks tertinggi terjadi pada industri alat angkutan, industri mesin dan perlengkapan, serta industri barang galian bukan logam.

BI juga mencatat perkembangan PMI-BI tersebut sejalan dengan perkembangan kegiatan lapangan usaha industri pengolahan hasil survei kegiatan dunia usaha (SKDU) Bank Indonesia yang juga berada pada fase ekspansi.

Pada kuartal IV-2023, kinerja lapangan usaha industri pengolahan yang tecermin dari PMI-BI diprakirakan tetap kuat dengan indeks 52,25% dan masih berada pada fase ekspansi. Berdasarkan komponen pembentuknya, mayoritas komponen diprakirakan berada pada fase ekspansi dengan indeks tertinggi pada komponen volume produksi, diikuti volume persediaan barang jadi dan volume total pesanan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
M. Rahman
Yosi Winosa